Karut Marut Lahan di Batam

Ketua Komisi I DPRD Kepri Dukung BP Batam Bongkar Mafia Lahan

"Karena selama ini kita lihat banyak lahan di Batam, terlebih Batam Centre yang hanya dipagar saja tanpa dikelola. Ada apa ini?,"kata Sukri

Ketua Komisi I DPRD Kepri Dukung BP Batam Bongkar Mafia Lahan
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Deretan truk terparkir di lokasi pematangan lahan yang ada di Batam Center, Kamis (9/6/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Permasalahan lahan di Kota Batam yang saat ini sedang dibongkar Badan Pengusahaan (BP) Batam, mendapat dukungan dari Komisi I Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi I Kepri Sukri Fahrial, Senin (25/7/2016).

"Permasalahan lahan di Batam sebenarnya dari dulu sudah menjadi rahasia umum, jadi kita sangat mengapresiasi kinerja BP Batam yang saat ini sedang memanggil seluruh para penerima alokasi lahan yang belum mengelola lahannya," kata Sukri Fahrial.

Menurutnya, lahan di Batam selama ini sebenarnya banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum pengusaha sebagai lahan simpanan atau investasi.

"Banyak lahan di Batam itu yang dibeli oleh pengusaha hanya beberapa saat saja, setelah harganya naik dijual kembali," terang Sukri.

Sebab itu, Sukri menjelaskan BP Batam harus lebih tegas lagi dalam menegakkan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat untuk Batam sendiri.

"Karena selama ini kita lihat banyak lahan di Batam, terlebih Batam Centre yang hanya dipagar saja tanpa dikelola. Jadi ini sebenarnya ada apa,"kata Sukri.

Langkah BP Batam memanggil para pemilik lahan adalah langkah yang paling tepat.

"Ini harus terus ditingkatkan, jangan mundur, tidak usah takut dengan pengusaha atau pemilik lahan yang berlindung di belakang oknum-oknum aparat atau siapapun dia,"pinta Sukri.

Jika memang pemilik lahan tidak memiliki komitmen membangun lahannya, maka BP Batam berhak memberikan teguran keras bahkan bisa menarik lahan tersebut dan memberikannya kepada orang yang memiliki komitmen membangun.

"Saat ini banyak pengusaha yang sanggup membangun dan mengelola lahan jika memang lahannya ada," ungkapnya.(*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved