Korupsi Bansos Batam

Baru Empat Orang Ditahan, Lainnya Masih Buanyaaaaaak

Namun, pada kenyataanya, ribuan guru yang mendapat dana insentif tidak terdaftar dan banyak yang fiktif

Baru Empat Orang Ditahan, Lainnya Masih Buanyaaaaaak
Aris Hardy Halim saat digiring jaksa ke mobil tahanan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Kasus dugaan korupsi berjamaah Bansos Batam pada APBD 2011 memang masih bab-bab awal karena baru dua kasus yang didalami penyidik kejaksaan Tinggi Kepri. Dua kasus itu adalah korupsi untuk dana operasional PS Batam serta korupsi bantuan honor guru-guru Taman Pendidikan Quran (TPQ).

Dari nilai kerugian negara pun baru sedikit, yakni sekitar Rp 4,5 miliar lebih. Padahal, anggaran Bansos yang sedang dikulit penyidik kejaksaan berjumlah Rp 55 miliar. Dana itu tersebar ke sejumlah SKPD, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi dan UKM serta SKPD lainnya.

Dari dua kasus tersebut, penyidik telah menetapkan enam tersangka. Tiga tersangka pengurus PS Batam yang diketuai Aris Hardy Halim yang saat itu juga menjabat Wakil ketua DPRD Batam serta tiga tersangka korupsi anggaran Kesra untuk kasus honor guru-guru TPQ. Empat orang di antaranya ditahan.

Dalam kasus korupsi honor guru TPQ, tiga orang juga ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Juni 2016 lalu. Mereka adalah Jamiat, Ketua Umum Badan Musyawarah Guru (BMG) TPQ Kota Batam, Abdul Samad, Kasubag Bansos pada Biro Kesra serta Junaidi yang saat itu menjabat Kasubag Kesra Kota Batam.

Korupsi pada Biro Kesra ini jumlahnya mencapai Rp 3,9 miliar dari anggara Rp 6 miliar. Wakil Kepala Kejati Kepri, Asri Agung SH yang menjadi koordinator dalam penyelidikan kasus Bansos Batam tersebut, beberapa waktu lalu mengungkapkan, modusnya adalah, pengucuran anggaran tidak tepat sasaran, adanya guru honor fiktif serta penyunatan honor guru-guru mengaji tersebut.

Seharusnya, dana insentif itu disalurkan kepada guru-guru TPQ yang terdaftar di Kementerian Agama, yakni 900 guru. Namun, pada kenyataanya, ribuan guru yang mendapat dana insentif tidak terdaftar dan banyak yang fiktif. Dalam data laporan pertanggungjawaban, terdapat 3445 guru yang menerima dana insentif.

Tiga tersangka dalam kasus ini juga sudah ditahan penyidik di Rutan Kelas IIA Tanjungpinang, yakni Junaidi yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Bappeda Batam, Jamiat, serta Abdul Samad. Ketiganya ditahan pada 19 Juli 2016 lalu.

Siapa yang lainnya? Mari kita tunggu jajaran Korps Adhyaksa membongkar bancakan berjamaah ini.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved