Eksekusi Terpidana Mati

Habibie Surati Jokowi Minta batalkan Eksekusi Zulfikar

Laporan para advokat dan lembaga swadaya masyarakat yang telah mempelajari kasus-kasus hukuman mati, Zulfiqar Ali dinilai tidak bersalah

Habibie Surati Jokowi Minta batalkan Eksekusi Zulfikar
foto/kompas.com
Republik Indonesia BJ Habibie 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie ternyata menaruh perhatian terhadap 14 terpidana mati yang akan dieksekusi.

Habibie bahkan sampai menyurati Presiden Joko Widodo agar meninjau kembali keputusan eksekusi mati terhadap terpidana mati asal Pakistan, Zulfiqar Ali.

Saat dikonfirmasi, surat itu dibenarkan oleh Direktur Eksekutif The Habibie Center, Ima Abdulrahim. "Benar dari Pak Habibie. Sudah (dikirim ke Presiden). Kemarin dikirim dan diterima," ujar Ima saat dikonfirmasi Kompas, Kamis (28/7/2016) malam.

Namun, Ima mengatakan belum ada respons yang diberikan Jokowi atas surat dari Habibie tersebut. "Belum ada respons secara langsung ke Pak Habibie," kata dia.

Adapun dalam surat tersebut Habibie mengatakan, dari laporan para advokat dan lembaga swadaya masyarakat yang telah mempelajari kasus-kasus hukuman mati, warga negara Pakistan Zulfiqar Ali dinilai tidak bersalah.

"Saya mengimbau kepada Bapak Prersiden untuk meninjau/mempertimbangkan kembali keputusan eksekusi tersebut," tulis Habibie.

"Pada kesempatan ini saya pula ingin menyarankan kepada Bapak presiden untuk mempertimbangkan kembali penetapan kebijakan moratoriun pada hukuman mati," sambung dia.

Habibie menambahkan, lebih dari 140 negara di dunia yang sudah menerapkan kebijakan moratorium atau penghapusan hukuman mati. Ia mengaku tahu betul tantangan narkoba di Indonesia. Politisi Senior Partai Golkar itu pun meragukan bahwa hukuman mati dapat mengurangi dan penggunaan ilegal.

Habibie mencontohkan, seperti di beberapa negara, misalnya Swedia. "Ternyata sangat mungkin memerangi narkoba tanpa penetapan hukuman mati. Seperti yang telah dilakukan Swedia dan beberapa negara lain," ungkap Habibie.

Entah karena surat Habibie atau alasan lain, Jumat dinihari hanya empat terpidana mati yang dieksekusi. Sedangkan 10 napi, termasuk Zulfiqar memang batal dieksekusi dengan alasan pertimbangan hukum.

Zulfiqar divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tahun 2005 atas kasus kepemilikan 300 gram heroin. Sebelum diisolasi di Nusakambangan, ia menjalani perawatan di RSUD Cilacap karena komplikasi jantung dan ginjal.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help