Butuh Waktu Lebih Banyak Untuk Lihat Koleksi Museum Nasional Singapura Ini

Seperti namanya, Museum Nasional Singapura memajang koleksi segala artefak yang berkaitan dengan peradaban Singapura

Butuh Waktu Lebih Banyak Untuk Lihat Koleksi Museum Nasional Singapura Ini
Kompas.com/Silvita Agmasari
Museum nasional Singapura 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Tak lengkap rasanya apabila berkunjung ke sebuah negara tanpa mengetahui sejarah negara tersebut.

Seperti di Singapura, jika Anda ingin mengetahui seluk beluk "buah hati" Thomas Stamford Raflles, maka pilihan paling tepat adalah berkunjung ke National Museum of Singapore atau Museum Nasional Singapura.

Museum Nasional Singapura dibangun pada tahun 1887, merupakan museum tertua dan terbesar di Singapura saat ini.

Seperti namanya, Museum Nasional Singapura memajang koleksi segala artefak yang berkaitan dengan peradaban Singapura.

Koleksi ini dibagi ke dalam beberapa kelompok tahun peradaban.

Dimulai dari zaman Melayu ketika negara ini belum diberi nama Singapura, kedatangan imigran China, Timur Tengah, dan India, kedatangan Thomas Stamford Raffles yang membangun Singapura modern, zaman penjajahan Jepang, pasca penjajahan, era tahun 70-80an, dan masa sekarang.

Semua koleksi ditata apik di bagunan seluas 18.400 meter persegi.

Ditambah koleksi yang didukung sarana audio visual, membuat pengunjung betah berlama-lama di museum ini.
Saking lengkap dan luas koleksi dari Museum Nasional Singapura membuat kunjungan selama satu setengah jam jadi tak cukup.

Ada begitu banyak yang dapat dieksplor di Museum Nasional Singapura ini. Padahal jika dipikir, Singapura baru merdeka selama 51 tahun, usia yang muda bagi sebuah negara.

Namun kerapihan arsip dari zaman jauh sebelum Singapura merdeka membuat koleksi di Museum Nasional Singapura ini menjadi komplet.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved