Di Mata Anggota DPRD Ini, Pembangunan Kepri Pasti Terlambat Gara-Gara RPJMD

Pelaksanaan pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dipastikan akan mengalami keterlambatan.

Di Mata Anggota DPRD Ini, Pembangunan Kepri Pasti Terlambat Gara-Gara RPJMD
Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman
Pembangunan Bandara Jemaja di Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pelaksanaan pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dipastikan akan mengalami keterlambatan.

Pasalnya sampai saat ini Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sudah disusun oleh Gubernur Kepri belum bisa diparipurnakan oleh Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri.

Hal tersebut disampaikan Alex Guspeneldi, anggota DPRD Kepri sekaligus Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Kepri, Rabu (3/8/2016).

Draf RPJM yang diajukan Gubernur kepri kepada DPRD Kepri, sebelumnya dikembalikan DPRD Kepri untuk dilakukan perbaikan.

"Draf RPJM gubernur Kepri dikembalikan oleh DPRD Kepri, karena dari pandangan semua fraksi yang ada di DPRD, ada yang perlu diperbaiki karena tidak sejalan dengan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) yang ada,"kata Alex.

Alex menjelaskan, setelah sebelumnya draf RPJM dikembalikan, DRPD kembali menjadwalkan paripurna RPJM pada Kamis (28/7) lalu, namun Gubernur Kepri Nurdin Basirun tidak bisa hadir.

Adapun beberapa hal dipandang DPRD perlu perbaikan dalam RPJM tersebut seperti visi dan misi gubernur saat berkampanye belum tercenmin dan belum tergambar di dalam RPJM yang diajukan.

"Salah satu contohnya bahwa Kepri didaulat unggul dalam maritim, dan gubernur sendiri akan memajukan kemaritiman di Kepri, namun alokasi anggran masih terlihat tidak unggul di bidang kemaritiman,"terang Alex.

Dia juga menjelaskan analisa dalam kemaritiman yang unggul belum tertuang secara jelas di dalam RPJM tersebut.

"Sesuai dengan visinya untuk memajukan kemaritiman, kita harus melihat juga kesiapan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dalam pengelolaan trasnportasi di laut," tegasnya. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved