Tewas Setelah Minum Kopi

Kembaran Mirna Geleng-geleng Kepala dengar Pertanyaan-pertanyaan Pengacara Jessica

Ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin, suami Mirna, Arief Soemarko, dan kembaran Mirna, Sandy Salihin terlihat di dalam ruang persidangan

Kembaran Mirna Geleng-geleng Kepala dengar Pertanyaan-pertanyaan Pengacara Jessica
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Saudara kembar Wayan Mirna Salihin, Made Sandy Salihin saat menyaksikan sidang saksi kasus pembunuhan Mirna di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016). Jessica merupakan terdakwa kasus pembunuhan Mirna dengan dugaan menaruh zat sianida ke dalam kopi yang diminum Mirna di Cafe Olivier, Grand Indonesia, Januari lalu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga Wayan Mirna Salihin hadir dalam sidang lanjutan untuk mengadili Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).

Ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin, suami Mirna, Arief Soemarko, dan kembaran Mirna, Sandy Salihin terlihat di dalam ruang persidangan.

Mereka menyimak jalannya persidangan. Saat saksi ahli dr Slamet Purnomo yang mengambil sampel lambung Mirna memberikan keterangan, kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan, bertanya kepadanya.

"Mengapa saudara membuat kesimpulan Mirna meninggal karena sianida, tetapi saudara tidak memeriksa," tanya Otto kepada saksi ahli, Slamet.

Mendengar pertanyaan Otto, Darmawan menanggapi dengan mengucapkan kata-kata di tengah ruang sidang.

"Pertanyaannya itu...," kata Darmawan.

Sementara itu, Sandy Salihin tampak menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Otto.

Dia pun tampak berbicara kepada orang yang duduk di sampingnya.

Slamet menjelaskan bahwa dia menduga Mirna meninggal karena sianida berdasarkan gejala-gejala yang terjadi.
Dia menyebutkan ada lima gejala yang dapat dilihat jika seseorang terkena sianida.

Slamet menyebut dia tidak melakukan otopsi, tetapi hanya memeriksa sampel lambung Mirna.

Wayan Mirna Salihin meninggal setelah minum kopi vietnam yang dipesan Jessica Kumala Wongso di kafe Olivier, Grand Indonesia, pada 6 Januari 2016.

JPU mendakwa Jessica dengan tuduhan telah melakukan pembunuhan berencana dalam kasus itu.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved