Gubernur Ahok Orang Pertama yang Ditegur Presiden Jokowi Terkait Serapan Anggaran

Presiden Joko Widodo blak-blakan soal serapan anggaran di sejumlah daerah

Gubernur Ahok Orang Pertama yang Ditegur Presiden Jokowi Terkait Serapan Anggaran
kompas.com/Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (19/7/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo blak-blakan soal serapan anggaran di sejumlah daerah.

Kepala daerah yang pertamakali ditegur oleh Jokowi adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok.

Sebab, serapan anggaran di DKI Jakarta terendah dari seluruh provinsi.

"Pak Ahok duitnya memang gede, tapi nyimpennya juga gede. Masih ada Rp 13,9 triliun (dana yang tersimpan).
Ini harus dikeluarkan," kata Jokowi, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional VII Tim Pengendalian Inflasi Daerah 2016, di Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Setelah Jakarta, Jawa Barat menempati urutan kedua, dengan dana yang tersimpan mencapai Rp 8,034 triliun.

Kemudian, disusul Jawa Timur dengan Rp 3,9 triliun, Riau Rp 2,86 triliun, Papua Rp 2,59 triliun, Jawa Tengah Rp 2,46 triliun, Kalimantan Timur Rp 1,57 triliun, Banten Rp 1,52 triliun, Bali Rp 1,4 triliun, dan Aceh Rp 1,4 triliun.

"Tolong ini segera dikeluarkan agar segera beredar di masyarakat," kata Jokowi.

Selain provinsi, Jokowi juga mengungkapkan, ada kabupaten dan kota yang serapan anggarannya rendah.

Kabupaten yang paling rendah serapan anggarannya yakni Kabupaten Bogor, Bandung, Bekasi, Tanah Laut, Kediri, Berau dan Nias.

Sementara, kota yang paling rendah serapan anggarannya yaitu Medan, Surabaya, Tangerang, Cimahi, Depok, Magelang, Tangerang Selatan, Serang dan Mojokerto.

"Kalau sudah blak-blakan gini gimana rasanya? Saya sudah dibisiki Menkeu, 'Pak diungkap saja, Pak'. Ya diungkap," kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan, total dana APBD yang masih tersimpan di bank hingga Juni 2016 mencapai Rp 214 triliun.

Ia yakin, jika dana tersebut digunakan oleh kepala daerah untuk hal-hal produktif, maka bisa menggerakkan perekonomian.

"Sesuai yang saya sampaikan tahun lalu, bahwa nanti kalau simpanan masih seperti ini, beberapa kabupaten kota sudah kita terbitkan surat utang. Kalau masih gede seperti ini ya surat utang akan tambah banyak," ujar Jokowi.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved