Heboh di Medsos. Dikira “Simpanan”, Wanita Muda Dihajar Ibu-ibu hingga Melorot Celana Dalam

Dalam rekaman yang diunggah ke aplikasi berbagi video. Satu ibu mencopot sepatu dan berusaha melorotkan celana dalamnya

Heboh di Medsos. Dikira “Simpanan”, Wanita Muda Dihajar Ibu-ibu hingga Melorot Celana Dalam
Daily Express/Getty
Wanita muda di China ini menjadi korban kekerasan ibu-ibu, yang mengira dia adalah wanita simpanan dari suami salah seorang dari mereka 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Seorang wanita muda menjadi korban serangan brutal oleh ibu-ibu karena mengira sebagai wanita simpanan suami dari salah seorang dari mereka.

Seperti dilaporkan Daily Express, Selasa (9/8/2016), serangan membabi-buta oleh beberapa ibu itu dilakukan di sebuah jalan raya yang ramai di China.

Para ibu itu menyangka bahwa wanita muda itu telah terlibat hubungan gelap, yakni menikah siri, dengan salah seorang suami.

Dalam rekaman yang diunggah ke aplikasi berbagi video, Miaopai, China, seorang wanita muda yang tertidur meringkuk di tanah ditendang beramai-ramai.

Belakangan setidaknya tinggal tiga ibu yang terlibat langsung secara fisik menyakiti perempuan muda itu.

Ada ibu yang menjambak rambut gadis itu dan berusaha mencabik bajunya

Satu ibu lagi yang mencopot sepatu dan berusaha melorotkan celana dalamnya. Wanita muda itu menjerit-jerit.

Korban, yang mengenakan pakaian warna hijau, tergeletak tak berdaya di tanah sambil menutup wajah dan merintih kesakitan.

Mereka memukul paha perempuan itu dengan sepatu hingga merah lebam. Punggungnya juga dipukul pakai sepatu.

Para saksi mata yang berada di sekitar tempat kejadian tidak berusaha menolongnya. Kekerasan itu berlangsung selama beberapa menit.

Perekam itu tidak menyebut di daerah mana peristiwa itu berlangsung di China.

Setelah menjadi viral di mikroblog populer China, Sina Weibo, video itu memicu perdebatan soal moral yang disebut “mafia peradilan”

Sementara itu tidak jelas apakah para penyerang akan dihukum karena tindakan main hakim sendiri atas wanita muda itu.

Penangkapan atas pelaku kasus serupa pernah terjadi di masa lalu. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved