Ironis. Kaya Ikan tapi Pendapatan Perikanan Anambas Memble

Pendapatan dari sektor kelautan perikanan pada tahun 2015 kemarin hanya mencapai Rp 260 juta.

Ironis. Kaya Ikan tapi Pendapatan Perikanan Anambas Memble
Istimewa
Ilustrasi nelayan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kelautan dan perikanan di Anambas masih minim.

Data dari Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Anambas menyebutkan, pendapatan dari sektor kelautan perikanan pada tahun 2015 kemarin hanya mencapai Rp 260 juta.

Kontribusi pada sektor kelautan perikanan pun, merosot tajam pada tahun 2016 dengan besaran di bawah Rp 100 juta. Turunnya pendapatan dalam sektor kelautan perikanan ini pun, terbilang ironis mengingat sektor ini menjadi salah satu sektor unggulan yang ada di Anambas.

"Untuk tahun lalu, didapat dari retribusi ekspor ikan hidup. Ada juga dari perpanjangan izin dan pembentukan izin baru. Secara presentase, mengenai izin ini pun kecil dalam memberikan kontribusi pendapatan asli daerah.

Sementara untuk 2016, sampai saat ini mencapai Rp 47 juta. Mayoritas bersumber dari retribusi pemberian izin usaha perikanan kepala badan," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas, Yunizar Rabu (10/8/2016).

Pria yang menjabat sebagai Pelaksan Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral ini menambahkan, terdapat beberapa faktor yang membuat menurunnya pendapatan pada sektor kelautan dan perikanan tersebut.

Mulai dari nelayan Anambas yang masih menggunakan pola tradisional dalam menangkap ikan, adanya keluhan dari pengusaha ekspor ikan hidup lokal tentang pembayaran retribusi yang dinilai memberatkan menjadi faktor lain yang membuat turunnya pendapatan dari sektor ini.

Keluhan yang mereka sampaikan mengenai retribusi yang cenderung memberatkan mereka, selain dibayarkan ke Kas Negara namun juga ke kas daerah. Hal ini pun mereka pertegas dengan perbandingan rekan-rekan sesama pengusaha yang juga menggeluti bidan ini di Kepri yang tidak melakukan pembayaran seperti ini. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help