Bebas Jual Beli Obat Keras di Apotik. Ini Kata Ketua IAI

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nurul Falah Eddy Pariang mengingatkan, masyarakat perlu cerdas menggunakan obat-obatan yang beredar

Bebas Jual Beli Obat Keras di Apotik. Ini Kata Ketua IAI
net
ilustrasi

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nurul Falah Eddy Pariang mengingatkan, masyarakat perlu cerdas menggunakan obat-obatan yang beredar di masyarakat.

Kalau obat itu palsu, kata dia kadar khasiatnya relatif. Bahkan tak ada dan itu sangat membahayakan. Efeknya nanti yang hipertensi, hipertensinya tak berkurang, yang diabetes, diabetesnya tak berkurang.

"Belum lagi obat yang dipalsu itu isinya senyawa aktif farmasi lain, itu juga bisa menyebabkan komplikasi," kata Nurul di Sahid Hotel, Teluk Bakau, Gunung Kijang, Kamis (11/8/2016).

Dia berharap, masyarakat membeli obat di saluran resmi, yakni apotik untuk obat yang tergolong kategori keras. Kalau obat bebas bisa juga dibeli di toko obat berizin.

Nurul mengimbau, masyarakat yang membeli obat di saluran resmi tersebut sebaiknya bertemu dengan apotekernya untuk minta diuraikan atau dijelaskan tentang obatnya.

"Bagaimana efek sampingnya, kemungkinan apa setelah minum obat itu, nah soal itu apotekernya yang tahu,"k ata Nurul.

Namun apoteker kata dia, bukan mendiagnosa sebuah keluhan atau penyakit tapi menerangkan tentang obat obat yang diperjualbelikan.

Terkait keberadaan narkotika yang beredar bebas yang sering dicampurkan pada bahan lain untuk memberikan efek sensasi, dia menyarankan jangan coba coba.

Begitu pun obat-obat tertentu yang sering dipakai dalam dosis tinggi untuk menghasilkan efek tertentu.

Kepada orang tua, Nurul menyarankan agar mereka perhatian kepada anggota keluarganya agar jangan sampai terjadi penyalahgunaan obat dalam dosis tinggi.

Maka itu, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mengiimbau kepada staf apoteker di lapangan agar berhati hati.

"Di apotek itu, selain dijual obat obat bebas juga dijual juga obat obat keras sehingga kita meminta kepada apoteker kita supaya kalau menjual obat keras berdasarkan resep dokter," imbaunya. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved