Kas Terus Tekor, Pemko Tanjungpinang Genjot Rumah Potong Hewan

Pemko Tanjungpinang akan menambal defisit keuangan dengan menggenjot restribusi rumah pemotongan hewan seperti pemotongan ayam

Kas Terus Tekor, Pemko Tanjungpinang Genjot Rumah Potong Hewan
Istimewa
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi (KP2KE) Kota Tanjungpinang Adnan menjelaskan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), pihaknya akan mengoptimalkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Menurutnya, Pemko Tanjungpinang saat ini punya dua RPH. Satu RPH Babi di Tanjung Lanjut dan kedua RPH unggas di kawasan Kilometer 8 atas. Namun yang sudah beroperasi optimal yaitu RPH Babi. Sementara RPH unggas belum dioperasikan.

Dari RPH Babi yang sudah beroperasi tersebut, mampu menyumbangkan Rp 120 juta per tahun ke PAD Kota Tanjungpinang.

"RPH unggas belum dioprasionalkan. Kapasitas pemotoangan sampai 1.500 ekor. Dalam dua minggu ini kita coba operasikan. Target kita pemotongan 1.000 ekor unggas sehari," katanya, Kamis (11/8/2016).

Dengan beroperasinya RPH unggas itu, Pemko akan mendapatkan masukan retribusi sebesar 144 juta setahun. Namun itu masih bisa ditingkatkan lagi dengan penambahan perlengkapan kapasitas RPH unggas.

Karena, menurutnya, di Kota Tanjungpinang ada 3.000 pemotongan ayam sehari. Jadi dia menargetkan pada 2017 RPH unggas, mampu menampung pemotongan hingga 3.000 ekor. Tentunya dengan menambah perlengkapan-perlengkapan di RPH tersebut.

"Saat ini belum kita pungt retribusinya. Karena untuk memungut retribusi fasilitas harus tersedia dulu. Kita harapkan 2017 bisa melayani pemotongan unggas 3000 ekor.

Sehingga akan menyumbangkan PAD dari retribusi pemotongan unggas ini sebesar 430 juta setahun. Ditambah RPH Babi 120 juta, total retribusi dari RPH ini sebesar Rp 550 juta pertahun," katanya menjelaskan. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved