Bisakah Sarjana Pendamping Selesaikan Keluhan Kades di Anambas. Ini Jawaban Kepala BPMD

Penempatan sarjana pendamping pada masing-masing desa tak selamanya berjalan mulus

Bisakah Sarjana Pendamping Selesaikan Keluhan Kades di Anambas. Ini Jawaban Kepala BPMD
Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman
Ilustrasi. Kondisi jalan di Desa Rekam Kecamatan Siantan, Anambas. Kepala desa di Ambas mengandalkan sarjana pendamping membantu desa soal pengelolaan dana desa 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Penempatan sarjana pendamping pada masing-masing desa tak selamanya berjalan mulus.

Beberapa keluhan diakui Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Kepulauan Anambas muncul, sejak tenaga pendamping tersebut mulai dikirimkan ke masing-masing desa sejak bulan April 2016 kemarin.

Seperti diketahui, masing-masing desa mendapat satu orang tenaga pendamping dengan latar belakang sarjana. Ini dilakukan untuk mempermudah laporan administrasi termasuk penyusunan dalam menyusun dokumen yang berkenaan dengan desa.

"Keluhan memang ada. Mulai dari tingkat pengetahuan mereka (sarjana pendamping). Ada juga keluhan dari tim pendamping mengenai sejumlah kades yang kurang terbuka sehingga dirasa menyulitkan dalam membantu aparatur desa," ujar Eko Sutarso, Minggu (14/8/2016).

Eko yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum ini pun memaklumi kondisi ini. Menurutnya, pembekalan dari tim pendamping yang dirasa masih kurang.

Dari BPMD pun, meminta baik kepada aparatur desa maupun dari sarjana pendamping untuk membuat laporan secara tertulis. Laporan ini bertujuan sebagai bahan evaluasi mengenai kendala yang ada di lapangan.

Sebelumnya kalangan kepala desa di Anambas meminta para sarjana pendamping juga bisa membantu mereka menyusun APBDes, RPJMDes serta hal-hal lainnya, terutama berkenaan dengan pengelolaan dana desa. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved