Syarat Seleksi Sekdaprov Kepri Untungkan Figur Tertentu. Ini Penjelasan Jumaga Nadeak

Jumaga menduga beberapa persyaratan yang dibuat sudah mengarah kepada figur tertentu

Syarat Seleksi Sekdaprov Kepri Untungkan Figur Tertentu. Ini Penjelasan Jumaga Nadeak
TRIBUN/Iman Suryanto
Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Seleksi terbuka pimpinan tinggi madya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri hingga saat ini sepi peminat.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menilai sepinya pelamar disebabkan panitia seleksi (Pansel) menerapkan persyaratan yang cukup rumit.

Tak hanya rumit, Jumaga menduga beberapa persyaratan yang dibuat sudah mengarah kepada figur tertentu. Misalnya saja syarat pendidikan diutamakan strata tiga (S3) atau orang yang telah mengikuti Diklatpim tingkat I (satu).

“Saya menduga syarat ini sengaja dibuat agar mengarah ke satu figur berdasarkan keinginan atau pesanan seseorang,” kata Jumaga di Batam, Minggu (14/8/2016)

Padahal, sambungnya, tim Pansel seharusnya membuat persyaratan yang sifatnya umum saja sesuai dengan Permen PAN dan RB no 13 tahun 2014.

Dalam Permen tersebut syarat pimpinan tinggi madya adalah pendidikan minimal S1, memiliki pangkat terakhir IV/c (pembina utama muda ) minimal dua tahun dan menjabat pimpinan tinggi pratama akumulatif sekurang-kurangnya lima tahun.

Syarat lainnya adalah calon harus telah mengikuti diklat Pim II. Dengan menambah persyaratan, Ia memprediksi kepala SKPD yang berminat akan mengurungkan niatnya.

Selain beberapa persyaratan yang dibuat diluar ketentuan umum, Ketua DPRD juga menilai bahwa beberapa persyaratan dibuat rumit. Berdasarkan informasi dari sekretariat pansel di BKD, ijasah calon harus dilegalisir dan bertandatangan basah.

Atas dasar itulah, ia khawatir hingga batas akhir penutupan pendaftaran nanti, hanya beberapa orang pejabat saja yang mendaftar. “Untuk itu, Saya meminta kepada pansel untuk meninjau kembali persyaratan tersebut,” tutupnya. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved