Penipuan PTT Satpol PP Batam

BREAKINGNEWS: Korban Penipuan PTT Satpol PP Batam, Bayar Pelicin Rp 62 Juta tapi tak Pernah Digaji

"Saya bayar Rp 62 juta, itu berdua sama adik saya. Kami di gelombang ketiga tahun 2014. Sudah dua tahunlah nggak digaji," ujar Betty.

BREAKINGNEWS: Korban Penipuan PTT Satpol PP Batam, Bayar Pelicin Rp 62 Juta tapi tak Pernah Digaji
tribunbatam/ekosetiawan
Satpol PP melakukan pembongkaran portal parkir di Tiban Centre, Senin (23/5/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Penipuan penerimaan pegawai tidak tetap (PTT) Satpol PP Pemko Batam kembali menelan korban.

Kali ini, ada lima orang yang mengaku sudah diterima menjadi PTT Satpol PP Pemko Batam namun tidak pernah digaji selama bekerja.

Mirisnya lagi, ke lima orang tersebut harus membayarkan sejumlah uang agar bisa diloloskan jadi anggota Satpol PP.

Satu diantara korban datang ke unit Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Barelang.

Dia bernama Betty Hapsari.

Betty mengaku harus membayar uang sebesar Rp 62 juta untuk masuk menjadi anggota Satpol PP angkatan ketiga tahun 2014 lalu.

"Saya bayar Rp 62 juta, itu berdua sama adik saya. Kami di gelombang ketiga tahun 2014. Sudah dua tahunlah nggak digaji," ujar dia.

Menurut dia, jumlah uang yang diminta kepada mereka beragam.

Ada di kisaran Rp 18 juta sampai Rp 35 juta.

"Yang jemput uangnya pun beda-beda, makanya kami buat laporannya hari ini sendiri-sendiri. Kami berlima. Kalau saya dijemput sama orang Satpol PP-nya juga," ujar Betty lagi. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved