Ibadah Haji 2016

Ini Sederet Penyakit yang Rentan Diderita Jemaah Haji Selama di Tanah Suci

Para jemaah haji rentan terkena penyakit selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Ini Sederet Penyakit yang Rentan Diderita Jemaah Haji Selama di Tanah Suci
Tribun Batam/Dewi
Calon Jamaah Haji saat melakukan registrasi di Embarkasi Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para jemaah haji rentan terkena penyakit selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Terutama para jemaah yang memang memiliki faktor risiko penyakit.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi dalam siaran pers menuliskan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pun telah melaporkan sebanyak 2569 jemaah haji mendapat pelayanan rawat jalan di Arab Saudi.

Selain itu, ada 50 jemaah rawat inap dan 63 jemaah telah dirujuk. Data itu didapatkan selama sepekan pelaksanaan ibadah haji.

Pada pasien rawat jalan, penyakit yang paling banyak diderita ternyata hipertensi atau tekanan darah tinggi (35 persen). Kemudian, disusul oleh penyakit myalgia atau nyeri otot (17 persen), pusing atau sakit kepala (10 persen) dan (9 persen).

Sayangnya, berdasarkan data hingga 14 Agustus 2016 pukul 20.00 waktu Arab Saudi, sudah ada 3 jamaah haji yang meninggal dunia. Dua orang meninggal karena penyakit kardiovaskular dan satu orang karena penyakit infeksi dan parasit.

Memang cukup banyak jemaah haji yang memiliki risiko tinggi mengalami masalah kesehatan.

Pusat Kesehatan Haji Kemenkes sendiri mencatat jumlah dan proporsi jamaah haji dengan risiko tinggi (Risti) mencapai 21.710 orang.

Jumlah tersebut telah terlaporkan dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu bidang Kesehatan (siskohatkes). Agar lebih mudah dikenali, jemaah haji yang berisiko tinggi diminta menggunakan gelang.

Mereka yang memakai gelang merah adalah jemaah haji yang berusia lebih dari 60 tahun dan memiliki risiko penyakit.

Tak sedikit jemaah yang menggunakan gelang berwarna mencolok itu, yakni 7632 orang (22,2 persen).

Di samping itu, ada 11.576 jemaah (34,2 persen) yang memakai pemakai gelang berwarna kuning. Gelang berwarna kuning menandakan jemaah yang berisiko tinggi terkena penyakit, tetapi usianya di bawah 60 tahun.

Sementara itu, jemaah berusia 60 tahun tanpa risiko penyakit juga memakai gelang, tetapi berwarna hijau. Mereka yang memakai gelang hijau berjumlah 17.766 orang (43,6 persen).

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Muchtaruddin Mansyur pun mengimbau jemaah haji dapat menjaga kesehatannya, mengingat kontak dengan banyak orang dan cuaca yang cukup panas.

"Selalu jaga kebersihan, cukup minum air putih, gunakan alas kaki karena cuaca di sana sangat panas. Dengan kesehatan optimal, ibadah juga akan maksimal," ujar Muchtar. (kompas.com, Dian Maharani)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help