Penipuan PTT Satpol PP Batam

Sejak 2014 jadi PTT Satpol PP Batam, Baru Sekali Terima Uang Rp 500 Ribu

"Sempat sekali dikasih uang, tapi itu katanya insentif. Bukan gaji. Ada Rp 500 ribu saja, dikasihnya habis lebaran tahun 2015,"kata Betty.

Sejak 2014 jadi PTT Satpol PP Batam, Baru Sekali Terima Uang Rp 500 Ribu
tribunbatam/ekosetiawan
Satpol PP melakukan pembongkaran portal parkir di Tiban Centre, Senin (23/5/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Betty Hapsari, mantan anggota Satpol PP, melaporkan dugaan penipuan penerimaan PTT Satpol PP Pemko Batam ke Mapolresta Barelang, Rabu (16/8/2016).

Saat ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Barelang, Betty memaparkan setidaknya ada 800 orang PTT Satpol PP yang diterima pada gelombang ketiga tahun 2014 lalu.

Masing-masing anggota wajib menyetorkan uang dengan kisaran kisaran Rp 18 juta sampai Rp 35 juta.

Dirinya sendiri sudah menyetor Rp 62 juta tapi sampai sekarang dia mengaku tidak pernah menerima gaji.

"Saya bayar Rp 62 juta, itu berdua sama adik saya. Kami di gelombang ketiga tahun 2014. Sudah dua tahunlah nggak digaji," ujar dia.

Baca: BREAKINGNEWS: Korban Penipuan PTT Satpol PP Batam, Bayar Pelicin Rp 62 Juta tapi tak Pernah Digaji

Selama bekerja, tambahnya, dirinya baru sekali menerima uang sebesar Rp 500 ribu.

Uang itu bukan gaji melainkan insentif.

"Sempat sekali dikasih uang, tapi itu katanya insentif. Bukan gaji. Ada Rp 500 ribu saja, dikasihnya habis lebaran tahun 2015,"kata Betty.

Saat itu, lanjutnya, dirinya sudah keluar.

"Saya sudah keluar karena saya kerja terakhir bulan sebelum lebaranlah," tuturnya.

‎Sementara itu, pelapor lain yang enggan namanya dikorankan mengungkapkan dirinya harus membayar uang Rp 18 juta untuk bisa masuk menjadi PTT Satpol PP.

Namun demikian, menurut wanita tersebut, dirinya membayarkan uang itu kepada oknum LSM.

"Kalau saya masuknya lewat LSM, itu bayar Rp 18 juta," kata dia. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved