25 Balita dan 20 Pelajar di Tanjungpinang Terinfeksi Penyakit AIDS

Tercatat sebanyak 25 balita terinfeksi HIV/AIDS di Kota Tanjungpinang. Sedangkan anak usia pelajar sebanyak 20 orang.

25 Balita dan 20 Pelajar di Tanjungpinang Terinfeksi Penyakit AIDS
http://www.ambergristoday.com
Ilustrasi.Sejumlah warga New York, Amerika Serikat sedang melakukan aksi damai untuk merenungi bahaya HIV/AIDS. Menurut data yang dilansir www.ambergristoday.com, pada bulan Juni 2011, lebih dari 30 juta orang telah meninggal akibat AIDS. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Penyakit HIV/AIDS di Kota Tanjungpinang tidak hanya diderita oleh orang dewasa. Bahkan juga sudah menular ke anak usia bawah lima tahun (balita) dan juga usia pelajar.

Tercatat sebanyak 25 balita terinfeksi HIV/AIDS di Kota Tanjungpinang. Sedangkan anak usia pelajar sebanyak 20 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Rustam menjelaskan data tersebut didapatkan dari penjaringan yang dilakukan pihaknya. Hal ini membuktikan keseriusan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menangani penyakit tersebut.

Untuk balita, penyakit tersebut ditularkan oleh ibunya. Karena orang tua khususnya ibu penderita HIV/AIDS bisa menularkan penyakit tersebut kepada anak saat berada dalam kandungan.

"Untuk usia pelajar bisa saja dari kecil sudah terinveksi. Tetapi ketahuannya saat penjaringan, saat anak sudah usia sekolah," kata Rustam, Kamis (18/8/2016). 

Untuk mencegah itu, pihaknya juga melakukan screening test pada ibu hamil. Sehingga ibu hamil yang terinveksi HIV/AIDS dapat dilakukan penanganan agar anak yang dikandungnya tidak tertular HIV/AIDS.

Sebelumnya, Rustam juga mengatakan, penderita HIV/AIDS di Tanjungpinang memang cendrung mengalami penambahan setiap tahunnya. Namun ada pula yang meninggal dunia.

"Kalau penderita yang meninggal rata-rata 30 orang setiap tahunnya. Pada 2015 ada 30 orang yang meninggal," katanya.

Dia menjelaskan, dari dulu sampai saat ini tercatat sekitar 1.000 lebih penderita HIV/AIDS di Kota Tanjungpinang. Namun dari jumlah itu, penderita yang rutin mengambil obat yang disediakan pemerintah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang hanya sebanyak 350 orang.

"Kalau obat memang diberikan gratis. Karena ditanggung pemerintah pusat," katanya.

Menurut Rustam obat bagi penderita HIV/AIDS memang harganya mahal. Satu paket bisa mencapai Rp1 juta. Jika dibebankan kepada pemerintah daerah, maka otomatis akan memberatkan.

Namun untuk pengobatan pendukung lainnya saat ini disediakan pemerintah daerah. Karena penderita HIV/AIDS ini juga biasanya disertai saryawan, diare dan penyakit lain. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help