public service

Apakah Bisa Pihak Lelaki Batalkan Perkawinan karena Dipaksa Menikahi Wanita yang Telah Hamil?

Apakah bila seseorang dipaksa menikahi wanita hamil, lalu bisakah pihak laki-laki membatalkan perkawinan itu?

Apakah Bisa Pihak Lelaki Batalkan Perkawinan karena Dipaksa Menikahi Wanita yang Telah Hamil?
Tribunnews Batam / Istimewa
Buku Nikah. Foto Ilustrasi

(2) Seorang suami atau isteri dapat mengajukan permohonan pembatalan perkawinan apabila pada waktu berlangsungnya perkawinan terjadi salah sangka mengenai diri suami atau isteri.

(3) Apabila ancaman telah berhenti, atau yang bersalah sangka itu menyadari keadaannya, dan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setelah itu masih tetap hidup sebagai suami isteri, dan tidak mempergunakan haknya untuk mengajukan permohonan pembatalan, maka haknya gugur.

Sementara pada pasal 71 Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam, bahwa suatu perkawinan dapat dibatalkan apabila:

a. seorang suami melakukan poligami tanpa izin dari Pengadilan Agama;

b. perempuan yang dikawini ternyata kemudian diketahui masih menjadi istri pria lain yang mafqud;

c. perempuan yang dikawini ternyata masih dalam iddah dari suami lain;

d. perkawinan yang melanggar batas umur perkawinan sebagaimana ditetapkan dalam pasal 7 Undang-undang No. 1 Tahun 1974;

e. perkawinan dilangsungkan tanpa wali atau dilaksanakan oleh wali yang tidak berhak;

f. Perkawinan yang dilaksanakan dengan paksa.

Ini berarti salah sangka dan paksaan memang dapat menjadi alasan pembatalan perkawinan, Namun sayangnya, pasal-pasal ini tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai apa yang dimaksud “paksaan” maupun “salah sangka” yang dimaksud.

Halaman
123
Penulis: Leo Halawa
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help