Home »

Sport

Olimpiade Rio 2016

Indonesia Raya, dari Indonesia Menggema ke Rio, Tradisi Medali Bulutangkis is Back

Dari 30 medali tersebut, 19 berasal dari cabang bulutangkis. Lainnya dari cabang angkat besi yang juga tradisi medali dan satu panahan di Seoul 1988

Indonesia Raya, dari Indonesia Menggema ke Rio, Tradisi Medali Bulutangkis is Back
Rio 2016
Ekspresi kemenangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, RIO DE JANEIRO - Indonesia Raya yang berkumandang sepanjang hari di Indonesia menggema hingga ke Rio De Jeneiro, Brasil.

Di lapangan bulutangkis, perjuangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, tadi malam, juga berakhir dengan dikumandangkannya Indonesia Raya.

Owi/Lilyana mengembalikan kejayaan medali emas setelah menang dua set langsung atas wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14, 21-12.

Medali tersebut menjadi kali ke-30 untuk Indonesia sepanjang keikutsertaan pada Olimpiade. Dari 30 medali tersebut, 19 berasal dari cabang bulutangkis. Lainnya dari cabang angkat besi yang juga tradisi medali dan satu panahan di Seoul tahun 1988.

Kemenangan Tontowi/Liliyana mengembalikan medali dari cabang bulutangkis yang sempat terhenti pada Olimpiade London 2012. Saat itu, Tontowi/Liliyana kalah di perebutan medali perunggu.

Sejak Olimpiade Barcelona 1992, cabang bulutangkis selalu menyumbangkan medali untuk Indonesia. Catatan terbaik Indonesia pada Olimpiade Sydney 2000, ketika mengumpulkan enam medali.

Berikut 30 medali Olimpiade untuk Indonesia sejak 1988:

Seoul 1988
Panahan: 1 perak

Barcelona 1992
Bulu tangkis: 2 emas, 2 perak, 1 perunggu

Atlanta 1996
Bulu tangkis: 1 emas, 1 perak, 2 perunggu

Sydney 2000
Bulu tangkis: 1 emas, 2 perak
Angkat besi: 1 perak, 2 perunggu

Athena 2004
Bulu tangkis: 1 emas, 2 perunggu
Angkat besi: 1 perak

Beijing 2008
Bulu tangkis: 1 emas, 1 perak, 1 perunggu
Angkat besi: 2 perak

London 2012
Angkat besi: 1 perak, 1 perunggu

Rio de Janeiro 2016
Angkat besi: 2 perak
Bulu tangkis: 1 emas

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help