Olimpiade Rio 2016

Dulu China Kampiun Emas Bulutangkis, Di Rio Justru Paceklik Medali

Dua harapan yang tersisa bagi China adalah pada partai tunggal putra dan ganda putra. Itu kalau mereka berhasil melewati lawan-lawannya yang tangguh

Dulu China Kampiun Emas Bulutangkis, Di Rio Justru Paceklik Medali
Rio2016.com
Carolina Marin setelah menundukkan pebulutangkis China, Li Xuerui di semifinal 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, RIO DE JENEIRO - Cabang bulutangkis adalah mimpi yang paling buruk bagi kontingen China di Olimpiade Rio De Jeneiro 2016.

Mengirimkan banyak pemain dari berbagai partai, ternyata tak menjamin negara itu mengulangi kesuksesan mereka pada Olimpiade sebelumnya. Hingga saat ini, Cina baru meraih satu perunggu di ganda putri.

Hampir di seluruh partai, para pebulutangkis China bertumbangan.  Hingga saat ini, belum ada satu medali emas pun yang diraih China, kecuali hanya satu medali perunggu.

Padahal, di Olimpiade London 2012, China meraih 4 emas, 2 perak, 2 perunggu.

Dua harapan yang tersisa bagi China adalah pada partai tunggal putra dan ganda putra. Itu kalau mereka berhasil melewati lawan-lawannya yang tangguh.

Di tunggal, China menempatkan dua atletnya di semifinal, yakni Lin Dan yang akan menghadapi pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, serta Chen Long yang akan menghadapi Voktor Axelsen dari Denmark. Dua partai ini akan berlangsung Jumat hari ini.

Di ganda putra, pasangan H.F. Fu dan N. Zhang akan berhadapan dengan ganda Malaysia, W.K. Tan dan V. S. Goh di partai final.

Selebihnya, tidak ada emas yang bisa diraih oleh China. Sektor putri mereka yang biasanya digdaya dan sapu bersih medali, berguguran sebelum final.

Kemarin, peraih emas pada Olimpiade lalu, Li Xuerui, ditundukkan oleh pebulutangkis nomor satu dunia dari Spanyol, Carolina Marin.

Marin menang mudah dengan dua set langsung, 21-14, 21-16 dalam pertandingan yang berlangsung di Riocentro Pavilion 4, Kamis (18/8/2016).

Bagi Marin, kemenangan atas Li ini merevisi rekor pertemuannya menjadi imbang 3-3. Dua kemenangan Marin lainnya diraih pada pertemuan-pertemuan terakhir yakni final Kejuaraan Dunia 2014 dan final Malaysia Terbuka 2015.

Di final, Marin akan berhadapan dengan pebulutangkis India, Sindhu Pusarla yang secara mengejutkan, mengalahkan Nozomi Okuhara dari Jepang, juga dengan dua set, 21-19, 21-12, Kamis (18/8/2016).

Keberhasilan Sindhu ini menjadikannya sebagai pemain bulutangkis India pertama yang mampu mencapai babak final pada pesta olahraga dunia empat tahunan itu.

Penderitaan bulutangkis putri China semakin paceklik medali setelah pasangan ganda putri mereka, Y.N. Tang dan Y. Yu, juga takluk dari pasangan Korea, S.C. Shin dan K.E. Jung, juga dalam dua set langsung.

Emas ganda putri ini diraih oleh pasangan Jepang, A. Takahashi dan M. Matsutomo yang berhasil menundukkan pasangan Denmark, K.R. Juhl dan C. Pedersen

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help