Kebakaran Hebat di Bintan

Pesta Rakyat Galang Dana Korban Kebakaran-Puting Beliung Kumpulkan Rp 1 M. Ini Penyumbang Terbesar

Aksi penggalangan dana korban kebakaran dan puting beliung di Kabupaten Bintan berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar Rp 1 miliar lebih

Pesta Rakyat Galang Dana Korban Kebakaran-Puting Beliung Kumpulkan Rp 1 M. Ini Penyumbang Terbesar
Siti Marlina Kawin Siri menggoyang pesta rakyat di Kijang, Bintan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN – Aksi penggalangan dana korban kebakaran di Pasar Berdikari di Kijang dan terjangan angin puting beliung di Tanjunguban saat hiburan pesta rakyat sempena kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia, di Lapangan Relief Antam, Kijang, Kamis (18/8/2016) malam, berhasil mengumpulkan duit sebesar Rp 1,1 miliar.

Bupati Bintan Apri Sujadi, Jumat (19/8/2016) mengatakan, dana sebesar dari swadaya masyarakat. Empati terhadap korban, mendorong mereka menggerakkan tangan mereka membantu.

“Donatur diperoleh secara swadaya, ada yang personal, ada pengusaha,” kata Apri.

Pemkab Bintan sendiri, menurutnya mengucurkan dana bantuan Rp 35 juta. Kemudian Provinsi Kepri sebesar Rp 120 Juta. Di luar pemerintahan, perusahaan tambang PT Gunung Sion, tercatat sebagai penyumbang tertinggi sebesar Rp 300 juta.

“Total dana bantuan yang berhasil terkumpul Rp. 1.193.000,000,” jelas Bupati.

Angka pasti nilai kerugian kebakaran 26 ruko di Pasar Berdikari masih dihitung pasti untuk mendapatkan gambaran riil.
Pertemuan dengan korban kebakaran kata dia, masih terus rutin dilakukan. Pertermuan menurutnya, penting untuk memperkuat semangat korban untuk bangkit kembali.

Peristiwa kebakaran dan angin putting beliung memberi pelajaran, pentingnya kewaspadaan terhadap bencana.

Bupati berpesan, selama musim panas saat ini, masyarakat berhati hati dan meningkatkan kewaspadaan. Peristiwa kebakaran yang mengakibatkan kerugian materi cukup tinggi belum lama ini menjadi pelajaran, bahwa musim saat ini tidak bisa dipandang enteng.

“Waspada, sangat kami tekankan. Buat pemilik rumah, pastikan rumah dalam keadaan saat ditinggalkan atau istrahat. Musim panas saat ini, potensi kebakaran perlu diperhatikan, kita tak ingin melihat pristiwa terulang lagi yang mengakibatkan kerugian harta benda yang tidak sedikit,” kata dia. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved