Tak Terima Lapaknya Ditertibkan, Pedagang Ini Serang Petugas dengan Palu

Penertiban PKL ratusan petugas gabungan yang digelar di sepanjang jalur trans Sulawesi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu, berlangsung ricuh.

Tak Terima Lapaknya Ditertibkan, Pedagang Ini Serang Petugas dengan Palu
KOMPAS.com / ABDUL HAQ
Daeng Ngempo (62) nekat merampas palu milik petugas Trantib dan menyerang petugas lantaran tidak terima lapaknya dagangannya ditertibkan, Sabtu, (20/08/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, GOWA- Penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh ratusan petugas gabungan yang digelar di sepanjang jalur trans Sulawesi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (20/8/2016) berlangsung ricuh.

Kericuhan ini dipicu lantaran salah seorang pedagang menolak lapaknya ditertibkan.

Dia pun nekat menyerang petugas dengan palu.

Penertiban lapak PKL yang digelar Sabtu (20/8/2016) mulai pukul 06.00 Wita dengan melibatkan 100 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), 55 personel Dinas Perhubungan dan 79 personel aparat TNI serta 90 personel dari aparat kepolisian ini dilakukan lantaran mereka dianggap menjadi biang kemacetan.

"Kami sudah berkali-kali lakukan imbauan agar menertibkan sendiri lapaknya tapi mereka tidak mengindahkan, makanya hari ini kami berikan tindakan tegas," jelas A Takdir, kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa.

Penertiban yang berlangsung lancar ini langsung berubah ricuh setelah salah seorang pedagang di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng bernama Kamaruddin Daeng Ngempo (60) tidak terima lapaknya ditertibkan petugas.

Akibatnya adu mulut antara Daeng Ngempondi bantu istrinya dengan petugas trantib tidak terhindarkan.

Tak hanya itu, Daeng Ngempo nekat menyerang dan merebut palu petugas. Akibatnya, sejumlah petugas trantib nyaris terluka terkena hantaman palu Daeng Ngempo.

Daeng Ngempo akhirnya diamankan oleh sejumlah polisi dan TNI yang turut melakukan pengamanan.

Hingga berita ini dibuat, penertiban masih berlangsung sepanjang jalur Trans Sulawesi sejauh 10 kilometer yang meliputi Kecamatan Pallanga dan Kecamatan Bajeng. (kompas.com, Kontributor Bone Abdul Haq)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved