Anggaran Dipangkas, Kementerian Ristek Cari Utangan

Menyusul pemangkasan anggaran, Kemenristek berencana menambal kebutuhan operasional dengan mengutang ke bank. Namun rencananya tahun depan

Anggaran Dipangkas, Kementerian Ristek Cari Utangan
kompas.com/Reni Susanti
Perwakilan Kemenristek Dikti, Kementerian BUMN, dan ITB dalam acara ITB-CEO Summit on Innovation University-Industry Government Collaboratoin di Aula Barat ITB, Senin (22/8/2016). 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Anggaran sarana dan prasarana laboratorium untuk perguruan tinggi di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dipangkas. Pemotongan ini terkait dengan Pemangkasan Rp 133 triliun yang dilakukan Kementerian Keuangan.

"Anggaran yang kami ajukan Rp 5 triliun disetujui Rp 2 triliun. Sekarang dipangkas jadi tinggal Rp 200 miliar," ujar Direktur Jenderal Penguatan Investasi Kemenristek Dikti, Jumain Appe, di ITB, Senin (22/8/2016).

Jumain menjelaskan, dana Rp 2 triliun ini untuk pembangunan sarana prasarana laboratorium di perguruan tinggi negeri. Pasalnya laboratorium yang ada saat ini kurang memadai.

Seharusnya, laboratorium perguruan tinggi setara dengan peralatan yang digunakan industri. Sedangkan saat ini, peralatan lab di sebagian besar PTN berada di bawah level industri.

"Untuk menyetarakannya minimal butuh Rp 5 triliun. Tapi tahun ini kita nol. Bagaimana mau kembangkan industri laboratorium kalau (peralatannya) tidak ada," ucapnya.

Dengan sisa dana Rp 200 miliar, pihaknya hanya bisa menyelesaikan yang mangkrak-mangkrak, sedangkan kebutuhan untuk sarana ini kemungkinan pihaknya mengajukan pinjaman.

"Upayanya kami harus cari loan. Karena negara ini agak berat. Banyak yang nawarin. IDB akan bantu," tuturnya.

Namun pengajuan pinjaman ataupun pengajuan di anggaran, kemungkinan besar dilakukan tahun depan. Tahun in, tidak ada anggaran untuk sarana prasarana laboratorium.

"Harus perkuat perguruan tinggi dengan menyiapkan sarana lab yang level industri," tegasnya seraya mengatakan penguatan SDM bisa dengan cara pemberian beasiswa. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help