Pola Baru Distribusi Raskin melalui Warung Elektronik

Dinas Sosial dan Pemakaman (Disonspem) Kota Batam akan mengimplementasikan pola baru dalam penyaluran beras untuk warga miskin atau Raskin.

Pola Baru Distribusi Raskin melalui Warung Elektronik
Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman
Ilustrasi beras raskin dari luar negeri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dinas Sosial dan Pemakaman (Disonspem) Kota Batam akan mengimplementasikan pola baru dalam penyaluran beras untuk warga miskin atau Raskin.

Kadisospem Raja Kamarul Zaman,mmengatakan, sesuai arahan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa usai peluncuran Warung Eletronik Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Minggu (21/8/2016) lalu, penerima Raskin sekarang ini sudah dapat mengambil langsung di warung yang melakukan kerja sama.

Dia menjelaskan, pola baru ini masih disusun teknisnya.

"Untuk saat ini memang masih menggunakan pola lama harus ke Bulog karena kerja sama Bulog memang masih ada. Insya Allah dalam waktu dekat akan kami selaraskan sesuai anjuran Bu Menteri,"kata Raja kepada Tribun Batam, Senin (22/8/2016) siang.

Warung elektronik yang dimaksud nantinya adalah pihak yang berkerja sama dengan perbankan dan warung sehingga beras dan kebutuhan pokok lainnya dapat diambil di sana.

"Jadi penerima program keluarga harapan atau masyarakat kurang mampu dapat membeli kebutuhan pokok yang ada di warung tersebut dengan menggunakan kartu anjungan tunai mandiri," papar Raja mengutip perkataan menteri di Pelambang.

Yang bisa diambil di warung elektronik, kata Raja, bukan saja beras tetapi juga berupa gula dan telur dapat dibeli di warung elektronik tersebut.

Sementara mengenai harga lebih murah dari pasaran karena warung elektronik bekerja sama dengan Perum Bulog setempat.

Selain membeli kebutuhan pokok, keluarga kurang mampu bisa memanfaatkan kartu tersebut untuk bayar listrik dan air bersih.

Menurut dia, program warung elektronik tersebut memotong mata rantai tata niaga penjualan.

Ini juga untuk mengantisipasi kenaikan harga karena masyarakat bisa langsung ke pusat distribusi.

Di Kota Batam, berdasarkan data Dinsospem, ada sekitar 36.103 Kepala Keluarga (KK) yang tergolong miskin dan tersebar di mainland dan hiterland. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved