Diberi Life Jacket Penumpang Tak Mau Pakai. Cuma Dipegang. Alasannya Ribet

"Tapi penumpang nggak ada yang pakai cuma dipegang saja, alasan mereka ribet," jelas Emi

Diberi Life Jacket Penumpang Tak Mau Pakai. Cuma Dipegang. Alasannya Ribet
dok tribun
Penumpang Boat Pancung tidak menggunakan life jacket. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Penumpang boat pancung Tanjung Balai - Pulau Parit terlihat tidak menggunakan jaket keselamatan (life jacket).

Kondisi ini terjadi karena tidak cukupnya ketersediaan rompi keselamatan bagi penumpang.

Pantauan Tribun di pelabuhan Pancung Belakang Gabion, setiap boat diisi sekira 10 hingga 12 penumpang, namun tidak terlihat satupun dari penumpang ataupun nahkoda yang memakai life jacket.

Ketua Persatuan Boat Pancung Desa Parit Balai, Suhaimi mengatakan pihaknya memiliki baju keselamatan yang berasal dari sumbangan KSOP Tanjungbalai Karimun, Polres Karimun, Dinas Perhubungan dan TNI AL.

Namun dengan boat pancung Tanjungbalai-Pulau Parit yang jumlahnya cukup banyak, maka baju keselamatan bantuan tersebut tidak mencukupi untuk dibagikan kepada seluruh penumpang.

"Yang terdaftar resmi ada 36 pancung. Satu pancung kapasitas maksimal 12 orang. Paling bantuan yang dapat puluhan saja. Jadi life jacket bantuan itu tidak cukup untuk seluruhnya," kata pria yang akrab disapa Emi itu saat dijumpai.

Untuk mengantisipasi kekurangan, para nahkoda pernah memberlakukan sistim setiap pancung secara bergantian memberikan baju keselamatan pada penumpang.

Mereka menyiapkan 15 baju keselamatan yang kemudian diserahkan kepada setiap penumpang pancung yang akan berangkat.

Namun karena penumpang juga enggan menggunakannya maka cara tersebut tidak dipakai lagi.

"Jadi dulu pernah di pelabuhan sini taruh 15 life jaket dan di Parit 15 juga. Nanti sampai di tujuan penumpang serahkan lagi pada agen dan dipakai lagi oleh penumpang pancung selanjutnya.

Tapi penumpang gak ada yang pakai cuma dipegang saja, alasan mereka ribet," jelas Emi.

Wakil Ketua Persatuan Boat Pancung Parit-Balai, Sudiro, mengatakan para nahkoda tidak mampu menyediakan baju keselamatan secara pribadi.

Karena itu pihaknya masih mengumpulkan bantuan yang ada hingga mencukupi untuk dibagikan pada seluruh pemilik boat pancung.

"Kalau nahkoda macam tak mampu beli sendiri. Satu jaket harganya Rp 60.000. Jadi ada bantuan kita kumpulkan. Kalau sudah cukup baru kita bagikan biar tidak ada kecemburuan," katanya.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help