Bea Cukai Kepri Bagi-bagi Bawang Merah Sitaan ke Warga Tak Mampu

Kanwil Bea Cukai Khusus Kepri membagi-bagikan bawang merah hasil sitaan ke warga tak mampu dan panti asuhan di Karimun, Selasa (23/8/2016).

Bea Cukai Kepri Bagi-bagi Bawang Merah Sitaan ke Warga Tak Mampu
tribunbatam/elhadif putra
Parjiya, Kepala Kanwil Bea Cukai Khusus Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Dua kapal pengangkut bawang merah ilegal kembali diamankan patroli Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri pada Kamis (18/8/2016) malam lalu.

Kedua kapal, yakni KM Zahira dan KM Uli Jaya yang sama-sama membawa barang merah dari Port Klang, Malaysia dengan tujuan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Total barang bukti yang diangkut keduanya sekitar 30 ton.

"Kita mengamankan bawang merah kurang lebih 30 ton," kata Kakanwil DJBC Khusus Kepri, Parjiya saat acara hibah hasil penindakan pada lima panti asuhan dan warga tidak mampu melalui Pemkab Karimun, Selasa (23/8/2016).

KM Zahira ditegah sekira pukul 20.00 WIB oleh kapal patriki BC-8001 di perairan Pulau Jemur. Setelah dihentikan, petugas menemukan sebanyak 1.435 karung bawang merah atau seberat 14,35 ton. Perkiraan nilai barang yang diselundupkan tersebut sekitar Rp 358.750.000 dengan perkiraan kerugian negara sekitar Rp 104.037.000.

Saat ditanyai mengenai dokumen barang, nahkoda kapal Dw (39) dan tiga ABK tidak dapat menunjukkannya. Selanjutnya kapal, muatan beserta awak digiring ke Kanwil DJBC Khusus Kepri di Pulau Karimun.

Sementara KM Uli Jaya ditegah oleh kapal patroli BC-10001 di perairan Pulau Jemur sekitat pukul 20.30 WIB. KM Uki Jaya mengangkut sebanyak 1.542 karung atau 15,24 ton bawang merah.

Total nilai barang dengan asumsi harga perkilogramnya Rp 2.500 sekitar Rp 381.000.000. Diperkirakan negara mengalami kerugian sekitar Rp 110.490.000 akibat penyelundupan ini. Namun sayangnya Fs berhasil melarikan diri saat petugas melakukan penegahan.

Penyelundupan bawang merah ini telah melanggar pasal 102 huruf a UU No. 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU No. 10 tahun 1995 tentang kepabeanan, Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 40/M.DAG/PER/6/2015 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan No. 16/M.DAG/PER/4/2013 tentang ketentuan impor produk hortikultura dan Peraturan Menteri Pertanian No. 43/Permentan/OT.140/6/2012 tentang tindakan karantina tumbuhan untuk pemasukan sayuran umbi lapis segar ke dalam wilayah negara RI.

Parjiya mengatakan setelah dilakukan uji layak konsumsi maka hasil penegahan sebanyak 30 ton ini akan dihibahkan kepada masyarakat kurang mampu yang ada di Kepri.

"Rencananya akan menghibahkan bagi mereka yang berhak. Paling tidak dalam waktu satu minggu nanti kita akan hibahkan," ujarnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved