Pompong ke Pulau Penyengat Tenggelam

Polresta Bakal Panggil Syahbandar Tanjungpinang

Kapolresta Tanjungpinang memanggil sejumlah pejabat terkait operasional pompong di Tanjungpinang, termasuk ke Pulau Penyengat

Polresta Bakal Panggil Syahbandar Tanjungpinang
Tribun Batam/Leo Halawa
Ilustrasi pompong 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM. TANJUNGPINANG - Kapolresta Tanjungpinang memanggil sejumlah pejabat terkait ‎yang menangani masalah transportasi kapal pompong yang beroperasi di Pelabuhan Sri Bintan Pura menuju Pulau Penyengat,

"Akan kita diskusikan dengan mereka. Pak Wali juga akan hadir membicarakan masalah ini di kantor kita," kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro kepada Tribun Batam di kantornya, Rabu (24/8/2016) sore.

Upaya ini dilakukan sebagai respon serius pihak penegak hukum menangani amburadulnya transportasi laut khusus kapal Pompong diwilayah itu.

Selain Walikota dan SKPD Pemko Tanjungpinang, Polresta juga akan memanggil syahbandar‎ dan pengelola koperasi transportasi pompong.

Permasalahan ini kata dia, penting sebagai wujud antisipasi dan meminimalisir angka kecelakaan kembali terjadi. Saat ditanyai hasil penyelidikan terhadap kasus tenggelamnya kapal Pompong, pihaknya masih menunggu tekong bernama Said pulih.

"Gak tegalah diperiksa dalam kondisi seperti itu. Lihat dia saja masih kaya gini nih. Kondisinya lihat ni," kata Kapolres sembari menunjukan kondisi korban yang berbaring di ruang perawatan RSUP Kepri.

Kapolres sempat menunjukan kondisi korban dalam foto yang tersimpan di ponselnya. Ia mengaku belum bisa memeriksa lantaran kondisi tekong yang belum memenuhi ketentuan sebagai saksi untuk dilakukan pemeriksaan.

Dalam foto tersebut, korban masih diinfus dan dalam kondisi lemas. "Tunggu saja nanti kita periksa juga," katanya.

Hari ini pihaknya tidak melakukan pemanggilan saksi lain. Saksi terakhir baru 6 orang yang telah diperiksa. Pantauan di Reskrim Polresta Tanjungpinang, tidak ada saksi maupun keluarga korban yang mendatangi Polresta Barelang.

Kasus yang menewaskan 15 orang ini, Minggu (23/8/2016) akan terus diselidiki Polres Tanjungpinang. ‎Dimana kecelakaan itu diduga ada unsur kelalaian seperti ktidak adanya lifejacket penumpang serta memberangkatkan paksa kapal dalam kondisi cuaca buruk. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help