Soal Air Bersih, Camat Jemaja Puji Lurah Letung. Ini Alasannya

Selain menggunakan pipanisasi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama ini cukup bergantung pada sumber air dari bukit-bukit yang ada

Soal Air Bersih, Camat Jemaja Puji Lurah Letung. Ini Alasannya
Istimewa
Ilustrasi Air bersih 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Kebutuhan akan air bersih di Kecamatan Jemaja perlahan mulai berbenah. Pipanisasi dari Dapet Kecamatan Jemaja Timur yang dibangun pada tahun 2015 kemarin, diakui Robby Sanjaya Camat Jemaja menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih.

"Dengan adanya pipanisasi itu terbantu sekali. Kalau musim kemarau bisa lah diandalkan untuk pipanisasi," ujarnya Rabu (24/8/2016). Robby menambahkan, proses pengaliran air hingga sampai ke rumah warga ini diawali dengan air yang disedot untuk selanjutnya ditampung pada bak sebelum dialirkan ke rumah penduduk.

Ia pun tidak mengelak, untuk proyek pipanisasi ini belum dinikmati oleh masyarakat Kecamatan Jemaja secara menyeluruh.

"Awalnya disedot terlebih dahulu air itu. Tidak setiap jam pula sedotnya. Untuk pastinya Lurah yang tahu, karena Lurah pengelolanya," terangnya. Tidak jarang, Lurah Letung menurutnya kerap turun langsung ke lapangan untuk mengganti pipa air yang pecah.

Selain menggunakan pipanisasi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama ini cukup bergantung pada sumber air yang berasal dari bukit-bukit yang ada di Pulau Jemaja. Tidak jarang, masyarakat di Kecamatan Jemaja menggunakan sumur yang berada di rumah-rumah warga.

"Kasihan juga dengan Pak Lurah. Beliau turun langsung untuk memperbaiki pipa yang pecah. Perbaikan pipa dilakukan dengan menggunakan uang retribusi yang dikutip dari warga," terangnya. Ia pun enggan menanggapi ketika disinggung mengenai adanya insiden sejumlah masyarakat yang datang ke Kecamatan Jemaja Timur terkait pipanisasi ini.

"Soal itu saya tidak berani karena tidak berada di tempat. Ketika itu, saya tengah mendampingi perwakilan Desa Batu Berapit untuk mengikuti rangkaian kegiatan kenegaraan di Istana. Kalau boleh, jangan lah malah memecah belah. Jemaja dan Jemaja Timur ini kan keluarga," ungkapnya.

Kebutuhan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat ini pula yang perlahan coba direalisasikan pada kepemimpinan Abdul Haris-Wan Zuhendra. Di Jemaja, selain persoalan kebutuhan akan air bersih, hal lain mengenai akses telekomunikasi masih menjadi persoalan yang perlu mendapat solusi.

"Kalau air boleh dikatakan lumayan lah. Untuk akses telekomunikasi di sana yang belum merata juga. Seperti penggunaan akses internet, baru bisa dilakukan di seputar Kelurahan Letung dan beberapa lokasi di Kecamatan Jemaja saja. Sementara untuk listrik, alhamdulillah sudah 24 jam," ujar Indra satu diantara masyarakat Jemaja saat ditemui di Tarempa. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help