Lantamal IV Kepri Tangkap Pelaku Pencurian Kapal MT Vier Harmoni Bawa Solar Senilai Rp 5,1 Miliar

Diperkirakan perjalanan sejak penangkapan di Kalimantan, baru akan tiba di dermaga pelabuhan Tanjunguban Jumat (26/8/2016) sore

Lantamal IV Kepri Tangkap Pelaku Pencurian Kapal MT Vier Harmoni Bawa Solar Senilai Rp 5,1 Miliar
TRIBUNBATAM/WAHIBWAFA
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksama Pertama S Irawan menjelaskan peta terkait penangkapan pelaku pencurian kapal membawa solar, Kamis (25/8/2016) 

BATAM, TRIBUNNEWS.COM. TANJUNGPINANG - Lantamal IV Kepri berhasil menangkap pelaku pencurian kapal MT Vier Harmoni berbendera Indonesia dan minyak jenis solar dengan berat 900.000 liter senilai Rp 5,1 miliar di pulau Dato Pontianak Kalimatan Barat pada (24/8) lalu.

Sebanyak 10 orang saksi yang diduga sebagai pelaku. Mereka adalah Nahkoda Blasius Sinabariba, ‎Teguh Nugroho, Yusup Tajiri, Djoerial Efyanto, Suhartanto, Rinaldi Prasetya, Miftahudin Zamzamy, Soiyadi, Eksafian Adipratama dan Ihsan Syahrir tengah dalam perjalanan menunju Tanjunguban.

"Kita berhasil mengamankan mereka setelah melalui proses pencarian dan penyelidikan tim gabungan," kata Dan lantamal IV Tanjungpinang Laksama Pertama S Irawan, Kamis (25/8/2016) dalam ekspose perkara.

Diperkirakan perjalanan sejak penangkapan di Kalimantan, baru akan tiba di dermaga pelabuhan Tanjunguban Jumat (26/8/2016) sore.‎

Irawan menyampaikan motif dari aksi kriminal pencurian dan pelanggaran pelayaran ini diduga murni pencurian minyak solar.

"Minyak ini akan dijual oleh pihak ketiga. Pihak ketiga masih kita lakukan penyelidikan dan penangkapan," kata Irawan.

Dugaan pencurian ini setelah diket‎ahui kapal yang seharusnya akan mengantarkan minyak dari ke Batam dari Tanjungpinang ini sengaja dilarikan melalui rute Kuantan Malaysia dan kemudian menuju ke Pontianak Kalbar.

Kapal ini adalah milik perusahaan di Indonesia Vierlines dan sedang disewa sejak dua tahun lalu oleh pennyewa oleh perusahaan Ozoil SDN BHD.‎

Para terduga pelaku diamankan oleh Tim WFQR dibawah Gugus Tempur Laut armada Barat dengan menggunakan kapal KRI Gilianuk saat bersandar‎. Kapal tersebut hilang sejak tanggal (16/8/2016). Tepat satu minggu kapal berhasil diamankan.

"Jadi bukan dibajak. Karena tidak ada unsur kekerasanya di sana," katanya.(*) 

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Jumat, 26 Agustus 2016

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help