ATB Bongkar Jaringan Pipa Ilegal (Tanpa Meteran) di Windsor Batam

mereka tidak mengetahui jika air yang mengaliri tempat mereka berusaha adalah ilegal. Apalagi, beberapa diantara mereka pun menempati ruko tersebut

ATB Bongkar Jaringan Pipa Ilegal (Tanpa Meteran) di Windsor Batam - petugas-dari-atb-bersama-aparat-keamanan-melakukan-pembongkaran_20160826_215637.jpg
Tribun Batam/ Argianto
Petugas dari ATB bersama aparat keamanan melakukan pembongkaran paksa jaringan pipa air Ilegal di kawasan Windsor
ATB Bongkar Jaringan Pipa Ilegal (Tanpa Meteran) di Windsor Batam - petugas-dari-atb-bersama-aparat-keamanan-melakukan-pembongkaran-paksa-jaringan-pipa-air_20160826_215701.jpg
Tribun Batam/ Argianto
Petugas dari ATB bersama aparat keamanan melakukan pembongkaran paksa jaringan pipa air Ilegal di kawasan Windsor

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - PT Batam'>Adhya Tirta Batam (ATB) merazia pemasangan jaringan air ilegal, Jumat (26/8/2016) siang.

Kali ini, dengan pendampingan dari polisi Polsek Lubuk Baja, mereka membongkar saluran pipa ilegal di ruko Windsor Square.

Diketahui dari laporan warga, ada enam ruko di komplek ruko tersebut yang tidak memiliki meteran air namun bisa mendapatkan saluran air laiknya pelanggan ATB yang lain.

Enam ruko tiga lantai itupun dihuni oleh berbagai jenis usaha, mulai dari jualan pakaian bekas, salon, hingga warung kecil-kecilan.

Dari informasi penghuni ruko, mereka tidak mengetahui jika air yang mengaliri tempat mereka berusaha adalah ilegal. Apalagi, beberapa diantara mereka pun menempati ruko tersebut tanpa diketahui pemiliknya.

"Kami nggak tahu, siapa yang punya rukonya saja nggak tahu. Kami cuma tinggal saja di sini. Sebelumnya kami pernah ajukan ke ATB, tapi ditolak karena nggak ada surat-surat gedung ini. Baru ada yang tiba-tiba memasangkan, kami pikir itu petugas dari ATB," ujar Robert, satu diantara penghuni ruko.

Sejak disambung itu, mereka harus membayar iuran air kepada beberapa orang penagih. Biasanya penagih akan datang tiap tanggal 5 setiap bulannya.

"Ada tiga orang yang menagih. Tiap tanggal 5 datang. Kami jadi nggak tahu ini ilegal atau tidak. Toh kami cuma tempati saja, nanti kalau pemilik rukonya ada, yah kami pergi," ucap Robert.(*

Penulis: Anne Maria
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help