Jelang Berakhir, BP Batam Belum Tentukan Siapa Pengelola Air Bersih di Batam

"Tahun 2017 kami akan lakukan pengkajian dengan konsultan. Kalau sudah ada hasil, 2018 persiapan, 2019 lelang.

Jelang Berakhir, BP Batam Belum Tentukan Siapa Pengelola Air Bersih di Batam
Istimewa
Ilustrasi Air bersih 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - BP Batam belum memutuskan siapa pihak yang akan mengelola air bersih di Batam kedepannya. Pasca-kerjasama BP Batam dan ATB yang akan berakhir 2020 mendatang.

Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Tato Wahyu menilai, kecenderungan saat ini, pengelolaan air bersih tetap akan berada di BP Batam.

Tentunya bekerjasama dengan mitra terpilih, berdasarkan mekanisme lelang.

Namun kepastian hal itu tetap harus melalui kajian komprehensif. Ada banyak alternatif dan kemungkinan. Termasuk Pemko Batam, bisa saja menjadi pengelolanya.

"Tahun 2017 kami akan lakukan pengkajian dengan konsultan. Kalau sudah ada hasil, 2018 persiapan, 2019 lelang. Tahun 2020, pengelolaan air di Batam sudah dengan pola baru. Apapun itu bentuknya," kata Tato kepada wartawan, usai menghadiri kegiatan dialog persaingan usaha di Hotel Harris Batam Center, Jumat (26/8).

Terkait mitra BP dalam pengelolaan air bersih, kata Tato, mitra ini bisa saja BUMN, BUMD milik Pemko. Termasuk ATB atau pihak swasta lain.

Hanya saja kewenangan swasta dalam mengelola air nanti, ditegaskannya tidak bisa penuh seperti saat ini. Alias lebih sempit karena adanya aturan pemerintah.

"Masih ada celah-celah yang bisa dilakukan swasta. Peluang ATB tetap ada. Bisa dari sisi operasional, operator, tapi nggak full dari A sampai Z. Dia ahli distribusi air, jaringan dikuasai, teknologi untuk mengatasi kebocoran dikuasai, teknologi pengawasan dikuasai," ujarnya.

Tato menilai pengelolaan air di Batam selama ini yang dilakukan ATB sudah berjalan baik. Itu sebabnya, dia berharap, siapapun pemenang lelang nanti, harus bisa mengelola air di Batam lebih baik lagi.

"Kalau BP sendiri yang kelola, secara personal kami kurang. Kalau harus buat unit sendiri, kami akan merekrut profesional, dan itu boleh. Tapi cenderungnya nanti kerjasama dengan mitra," kata Tato.(*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help