Kapal Sudah Berlayar tapi Upah Belum Dibayar, Puluhan Buruh PT Panji Demo PT Bok Seng

Puluhan buruh dari PT Panji Notonogoro Engineering dan karyawan dari subcon yang ikut membantu PT Panji berunjuk rasa di depan PT Bok Seng.

Kapal Sudah Berlayar tapi Upah Belum Dibayar, Puluhan Buruh PT Panji Demo PT Bok Seng
tribunnews batam/ian pertanian
Puluhan buruh dari PT Panji Notonogoro Engineering dan karyawan dari subcon yang ikut membantu PT Panji berunjuk rasa di depan PT Bok Seng, Tanjunguncang, Batam, Jumat (26/8/2016). 

BATAM.TRIBUNEWS.COM, BATAM - Puluhan buruh dari PT Panji Notonogoro Engineering dan karyawan dari subcon yang ikut membantu PT Panji berunjuk rasa di depan PT Bok Seng, Tanjunguncang, Batam, Jumat (26/8/2016).

Para pekerja tersebut menuntut gaji atas proyek pengerjaan kapal Tongkang BS 3301 dan beberapa proyek lainnya milik PT Bok Seng, yang belum dibayarkan sampai saat ini.

Junedy, perwakilan buruh PT Panji yang ditemui Tribun Batam saat unjuk rasa menjelaskan sampai saat ini pihak PT Bok Seng menunggak pembayaran proyek sekitar Rp 5,7 miliar kepada PT Panji.

Akibatnya gaji buruh yang bekerja di PT Panji, tidak bisa dibayarkan.

"Untuk membayar buruh, teraksa PT Panji meminjam uang kepada pihak ketiga Saat ini pihak ketiga tempat peminjaman uang sudah meminta pembayaran uang mereka. Sementara PT Bok Seng belum membayarkan kewajibannya,"kata Junedy.

Pantauan Tribun Batam, sampai saat ini puluhan buruh PT Panji dan perwakilan subcon melakukan unjuk rasa di depan PT Bok Seng.

Para buruh tersebut juga menempelkan beberapa spanduk di pagar pintu masuk PT Bok Seng yang bertuliskan: "Hendry NG tukang PHP... Tukang potong hak buruh UKM lokal"

Ada juga spanduk yang bertuliskan: "Bayar.... bayar...... kami sudah tidak lebaran haruskah kami tidak makan juga."

Sepanduk lainnya disertakan gambar kapal tongkang yang dulunya dikerjakan PT Panji Notonogoro Engineering dengan tulisan: "Kapalmu sudah beroperasi bayarkan upah kami."

Ada pula tulisan:"Stop mental penjajah kami sudah 71 tahun merdeka bayar upah kami sesuai keringat dan darah kami".

Di tempat yang sama Kasianus Penperta Resi, perwakilan PT Global yang merupakan subcon PT Panji, menjelaskan pihaknya saat ini belum bisa membayarkan buruh mereka karena uang pengerjaan proyek milik PT Bok Seng belum dibayarkan.

"Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan PT Bok Seng, untuk membicarakan pembayaran, tetapi pihak PT Bok Seng tidak pernah menanggapi secara serius," kata Kasianus. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help