Pemko Pinang Sediakan Lifejacket di Pelabuhan Pompong, Usaha Pompong Bakal Berbadan Hukum

Nantinya kita buat transportasi pompong ini, berbadan hukum dan masuk dalam asuransi kecelakaan Jasa Raharja. Mekanisme kita atur lebih ketat

Pemko Pinang Sediakan Lifejacket di Pelabuhan Pompong, Usaha Pompong Bakal Berbadan Hukum
tribunbatam/munirul ikhwan
Walikota Tanjungpinang, Lis saat tahlilan mendoakan korban pompong tenggelam di Masjid Penyengat, Kamis (25/8/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Warga Pulau Penyengat menggelar doa bersama untuk para korban tragedi tenggelamnya kapal pompong Tanjungpinang ke Penyengat Minggu lalu. Acara dilaksanakan sehabis shalat Magrib di Masjid Raya Pulau Penyengat, Kamis (25/8/2016) malam.

Acara tersebut dihadiri Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan wakilnya Syahrul. Selain acara tahlilah dan doa bersama untuk para korban, dilakukan juga musyawarah warga tentang penanggulangan bencana.

Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah pada kesempatan itu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebrang dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat maupun sebaliknya saat cuaca buruk.

Karena menurut Lis, keadaan cuaca saat ini, sampai akhir Oktober dalam kondisi pancaroba.

Hal senada disampaikan Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul. Dia meminta mematuhi KSOP dan ketentuan aturan pelayaran.
Seperti membawa penumpang tidak melebihi kapasitas dan gunakan life jacket. Karena dari tahun 2012 sampai 2014 bantuan life jacket dikasih kepada setiap pemilik pompong.

Pada saat sesi tanya jawab, Lis menegaskan, nantinya pemerintah akan mengevaluasi semua sistem transportasi pompong baik ke Penyengat maupun rute yang lain.

“Nantinya kita buat transportasi pompong ini, berbadan hukum dan masuk dalam asuransi kecelakaan Jasa Raharja. Mekanisme kita atur lebih ketat lagi dengan sistem karcis," tegas Lis

Kemudian untuk life jacket, Pemko akan sediakan kembali. Namun tidak diberikan kepada penambang melainkan diletakkan di pelabuhan.

Karena menurutnya dari tahun 2012 Pemerintah sudah memberikan bantuan sebanyak 1.130 life jacket. Tahun 2013 Polda Kepri memberikan 500 life jacket, tahun 2014 juga dikasih 500 life jacket. Namun saat ini life jacket tersebut entah kemana.

Pada kesempatan tersebut Ayah korban almarhum Wawan Agustiawan, menyampaikan bencana terjadi akibat kebiasaan masyarakat yang tidak mematuhi atura-aturan baik dalam keselamatan maupun nilai-nilai penyengat sebagai pusat keislaman kerajaan Riau. Oleh karena itu dia meminta tempat-tempat perjudian di Tanjungpinang diberantas.

Sementara itu, tokoh masyarakat dan perwakilan pihak pemilik pompong Raja Imron menyampaikan, kelalaian dan faktor kebiasaan menjadi penyebab bencana ini.

"Ini juga menjadi catatan peting buat kami, sehingga dengan ini kami berupaya membenahi sistem transporasi dan akan mengikuti peraturan-peraturan KSOP, peraturan laut maupun dari Pemerintah Kota Tanungpinang,"" janji Imron.

Musyawarah Bersama Pulau Penyengat ini juga dihadiri, Ketua Tim Penggerak PPK Kota tanjngpinang Yuniarni Pustoko Weni, Staf Ahli Ekonomi Keuangan Kota Tanjungpinang Ali Hisyam, Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang Suryadi, Camat Kota dan Lurah Penyengat, beserta Tokoh Masyarakat, tokoh adat, Pemuda dan pihak pemilik pompong. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved