Cinta Gombal Dunia Maya, Wanita Singapura Tertipu Puluhan Miliaran Rupiah

Bukan hanya wanita ini, ratusan warga Singapura banyak tertipu dari penipuan seks dan kehilangan ribuan dolar. Tidak hanya wanita, tetapi juga laki-la

Cinta Gombal Dunia Maya, Wanita Singapura Tertipu Puluhan Miliaran Rupiah
AsiaOne
Penipuan online. Ilustrasi

4. Asuransi Sofa
Penipu ini berkeliling dari pintu ke pintu. Mereka mengatakan kepada warga bahwa mereka dikirim oleh dewan kota untuk memeriksa kutu di sofa warga.
Penipu yang datang berpasangan ini meminta warga untuk membayar biaya pemeriksaan sofa, yang menurut mereka, adalah bagian dari "asuransi sofa".

5. Penipuan SP Service
Taktik terbaru penipuan, seperti dilansir Asiaone, Jumat (8 Juli), melibatkan scammers ponsel berpura-pura dari Singapura Power Services. Scammers ini mencoba menipu korban-korban mereka dengan mengklaim bahwa utilitas rekening mereka yang menunggak atau bahwa meter listrik mereka perlu diubah. Para korban kemudian diminta untuk melakukan pembayaran ke rekening bank yang ditunjuk.

6. Layanan 999
Panggilan telepon dengan nomor yang dimulai dengan '999' pada ponsel. Singapura Police Force (SPF), Rabu (6 Juli) bahwa beberapa orang telah menerima panggilan tersebut, dan ketika mereka kembali menghubungi, mereka terhubung pada hotline darurat polisi.

7. Cinta Internet
Dari berbagai kasus itu, yang paling marak adalah penipuan dengan modus percintaan di internet. Menurut Kepolisian Singapura, penipuan modus ini paling banyak korbannya, juga kerugian, dari cinta gombal tersebut. Dari Januari sampai Mei tahun ini, korban penipuan telah kehilangan Sin$ 8.900.000 hanya dalam waktu lima bulan.
Mereka yang melakukan penipuan seperti biasanya mengaku sebagai orang asing, dan mencari orang-orang yang mencari kekasih atau persahabatan lewat online. Para penipu kemudian memasak cerita bahwa mereka berada dalam kesulitan, dan meminta korban untuk mentransfer uang kepada mereka.
The New Paper melansir, penipuan cinta ini naik 294 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Crime Prevention Council Nasional (NCPC) membuat situs khusus untuk memberikan sosialisasi kepada warga Singapura tentang berbagai penipuan media sosial ini.
"Jangan mengirim uang kepada orang yang tidak Anda kenal dengan baik, bahkan jika mereka telah menghabiskan waktu yang lama membangun hubungan online dengan Anda. Anda juga harus menghubungi polisi jika Anda diminta untuk mengirim uang ke seseorang yang mengaku berada dalam kesulitan di luar negeri," begitu pesan NCPC.

8. Kirim Uang
Penipuan "DHL" juga salah satu penipuan yang paling umum dalam beberapa bulan terakhir. Lebih dari Sin$ 4.900.000 dilaporkan telah disikat para penipu ini antara Januari sampai Mei.
Dalam kasus tersebut, korban menerima panggilan dari individu yang mengaku sebagai otoritas pemerintah China. Para pelaku memberitahu korban bahwa ada item ilegal atas nama mereka dan kemudian diminta untuk melakukan pembayaran internasional atau menghadapi penjara.
Dalam minggu ini saja, AsiaOne melaporkan bahwa dua korban yang berbeda hampir saja tertipu Sin$ 180.000 dan $ 25.000. Untungnya, perusahaan pengiriman uang cepoat menelepon polisi ketika mereka melihat korban tidak punya alasan yang baik untuk mentransfer uang dalam jumlah yang besar ke luar negeri.
Menurut NCPC, penipu saat ini juga menggunakan modus meminta korban untuk mendownload aplikasi tertentu ke ponsel mereka. Aplikasi ini mungkin terinfeksi dengan malware yang memungkinkan pihak ketiga mengakses informasi pribadi di ponsel korban mereka.
Mereka yang menerima panggilan tersebut harus melindungi diri dengan tidak mengikuti petunjuk pemanggil, dan menjaga informasi pribadi mereka.

9. Penipuan Seks
Dalam kasus ini, penipu yang berteman korban di media sosial meyakinkan korban yang diincarnya untuk membayar tagihan belanja online, dengan janji layanan seksual.
Pada bulan April tahun ini, dilaporkan bahwa lebih dari 200 orang menjadi korban penipuan tersebut. Pada Mei terungkap bahwa total kerugian korban mencapai Sin$ 646.900 lewat kartu kredit.

10. Belanja online
Korban penipuan ini biasanya menanggapi iklan online yang menjual gadget elektronik dengan harga murah. Mereka hanya diminta untuk membayar uang muka. Mereka sadar tertipu karena barang yang dibali ternyata tak kunjung datang. Dalam beberapa kasus, korban juga diminta membayar biaya pengiriman. Dari Januari sampai Mei tahun ini, total kerugian mencapai Sin$ 623.500.

11. Pencatutan pejabat
Korban dalam penipuan seperti juga sering terjadi di Indonesia. Korban menerima panggilan dari seseorang yang mengaku sebagai petugas atau pejabat dari berbagai lembaga pemerintah, seperti polisi, imigrasi & otoritas heckpoints, Departemen Luar Negeri.

Peniru kemudian akan meminta korban untuk memberikan informasi pribadinya, seperti nomor rekening bank mereka, dan bahkan mungkin meminta mereka untuk mentransfer uang untuk membebaskan diri dari berbagai kesalahan yang dibuat-buat.

Menurut polisi, lebih dari $ 100.000 yang hilang dalam penipuan tersebut dalam empat bulan pertama 2016.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved