Waspada Virus Zika

Merespon Cepat Virus Zika, Dewan Acungi Jempol ke Pemko Batam

Meski warga Batam belum ada yang menjadi korban, tapi Pemko sudah menunjukan respon yang baik

Merespon Cepat Virus Zika, Dewan Acungi Jempol ke Pemko Batam
Tribun Batam/Argianto
Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto 
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Merebaknya virus Zika di beberapa negara Asia membuat otoritas kesehatan di Indonesia, khususnya Batam sudah mulai memperketat penyebaran virus tersebut. 
Satu diantaranya dengan memperketat jalur masuk ke Batam. Baik melalui Bandara Hang Nadim Batam maupun pelabuhan Internasiona dan Domestik.
Hal ini sengaja dilakukan, mengingat Batam menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara dari beberapa negara. Diantaranya Malaysia dan Singapura.
"Memang di Batam sejauh belum teridentifikasi virus tersebut. Meski demikian, kami membuat langkah-langkah pencegahan sesegara mungkin. Karena ini sudah menjadi perhatian dunia kesehatan," kata Wali Kota Batam HM Rudi melalui Kabag Humas Ardiwinata kepada Tribun Batam.
Ardiwinata juga mengatakan, langkah yang pertama untuk mengantisipasi mewabahnya virus zika ini adalah menempatkan petugas kesehatan di beberapa pintu masuk.
"Petugas tersebut, nantinya akan akan mengecek setiap orang teridentifikasi. Jika suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat melalui tes thermometer, maka segera dilakukan tindakan medis oleh petugas," jelas Ardi lagi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Batam, Nuryanto memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kesigapan dan antisipasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam. 
"Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam melalui dinas kesahatannya, perlu diajungi jempol. Meski warga Batam belum ada yang menjadi korban, tapi Pemko sudah menunjukan respon yang baik," jelas Nuryanto disela-sela mengajak awak media makan bersama di ruanga kerjanya, Selasa (30/8/2016) siang.
Yang terpenting adalah, tambahnya, semngat untuk mencegah penyebaran virus tersebut sudah ditunjukkan.
Ketika disinggung mengenai apakah akan menganggarkan dana khusus untuk mencegah penyebaran virus tersebut, dengan lugas Nuryanto mengatakan masih menunggu semcam Imbauan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah daerah.
"Pada prinsipnya kita wait and see dulu.Jika ada masukan dari pemerintah pusat maupun daerah untuk adanya anggaran khusus, akan kita lakukan pembahasan," jelas Nuryanto lagi.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Kesehatan Singapura mengonfirmasi lebih dari 15 warga terkena infeksi virus Zika pada Minggu(29/8/2016).
Seperti dilansir Channel News Asia, dua warga yang terkena virus Zika bekerja di konstruksi di area 60 Sims Drive dan telah sembuh. Sedangkan 13 warga bekerja atau tinggal di area Sims Drive atau Aljunie Crescent.
Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan, pihaknya telah melakukan tes terhadap seluruh pekerja kontruksi di Sims Drive yang rata-rata mengalami gejala seperti demam dan ruam. 
Kemenkes Singapura juga melakukan penyisiran kemungkinan adanya warga yang terinfeksi virus Zika di asrama para pekerja kontruksi di area Sims.
Kemenkes Singapura juga menawarkan tes kepada warga di sekitar yang mengalami gejala demam dan ruam. Sedangkan National Environment Agency (NEA) telah menginspeksi perkembangbiakan nyamuk yang membawa virus Zika di area kejadian penyebaran virus Zika. 
NEA juga melakukan inspeksi di area Sims Drive untuk mendeteksi dan menghancurkan nyamuk pembawa virus Zika.
NEA juga melakukan inspeksi untuk mencari  nyamuk pembawa virus Zika di jalan Kranji, Senoko Selatan, Lor 101 Changi, Toh Guan Timur, Joh Chiat Place. 
Satu nyamuk terdeteksi di Kranji dan sudah dimusnahkan. NEA telah menginspeksi lebih dari 900 tempat di Sembawang Drive dan mendeteksi sebuah tempat berkembangnya nyamuk kemudian menghancurkannya. 
Fogging, misting dan menyemprotkan anti insektisida ke tempat-tempat yang diinspeksi perlu dilakukan guna mencegah penyebaran virus Zika.(*/isu)
Penulis: Iman Suryanto
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved