Teror Bom di Medan

Badannya Sudah Kayak Tape, Lembek. Tak Tega Saya Nengoknya, Kata Orangtua Pelaku Teror

Pada 26 Agustus 2016 malam, kakak perempuan IAH mendengar suara ledakan dari kamar adiknya di lantai dua rumah mereka

Badannya Sudah Kayak Tape, Lembek. Tak Tega Saya Nengoknya, Kata Orangtua Pelaku Teror
KOMPAS.com/MEI LEANDHA
Makmur Hasugian dan istri, orangtua IAH saat memenuhi panggilan penyidik Polresta Medan, Selasa (30/8/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Orangtua IAH (18), pelaku percobaan bom bunuh diri dan serangan terhadap pastor di Gereja Stasi Santo Yosep, Medan, merasa sedih terhadap kondisi anaknya yang ditahan di Markas Polresta Medan.

Ayah dan ibu IAH mendatangi Mapolresta Medan, Selasa (30/8/2016), untuk memenuhi panggilan penyidik.

Ayah IAH, Makmur Hasugian, merupakan advokat yang sering beracara di Pengadilan Negeri Medan dan bertindak sebagai kuasa hukum bagi IAH.

"Saya yang menjadi kuasa hukumnya. Saya sudah menganjurkan anak saya untuk memberikan keterangan yang jelas dan benar, supaya orang yang menyuruhnya ditangkap," kata Makmur di Mapolresta Medan, Selasa.

Berangkat dari kejadian yang menimpa anak ketiganya, pengacara senior itu meminta pengawasan dunia siber diperketat.

Dia tidak ingin anak-anak lain mendapat pengaruh negatif dari dunia maya ini, meski tetap ada sisi positifnya.

"IAH itu hobinya internet. Bagaimana supaya internet itu bisa berdampak positif, bisa kita pantau kalau ada niat-niat jahat di dalamnya," kata dia.

Makmur mengatakan, penyidik memanggilnya dan meminta akta lahir anaknya untuk memastikan bahwa IAH masih di bawah umur.

Sedih

Makmur sangat sedih ketika melihat kondisi anaknya selama di tahanan.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved