Teror Bom di Medan

Kasus Teror di Gereja Katolik Medan Diambil Alih Densus 88

Fahrizal mengatakan, Polresta Medan sifatnya hanya membantu penyelidikan dan hanya menyediakan tempat

Kasus Teror di Gereja Katolik Medan Diambil Alih Densus 88
dailymail
Pelaku teror di Gereja Katolik Medan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan, Komisaris Fahrizal mengatakan penanganan kasus bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Jl Dr Mansur, Medan Sunggal dengan tersangka Ivan Armadi Hasugian diambil alih oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Sehingga, lanjut Fahrizal, ia tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

"Jadi begini, untuk penanganan bom ini sudah diambil alih oleh Densus 88. Kami sifatnya hanya back-up saja," ungkap Fahrizal pada Tribun, Selasa (30/8/2016) malam.

Fahrizal mengatakan, Polresta Medan sifatnya hanya membantu penyelidikan dan hanya menyediakan tempat.

"Ya, kami back-up lah. Apa-apa yang dibutuhkan Densus, kami sediakan. Baik tempat dan lainnya," kata Fahrizal.

Disinggung lebih lanjut apakah tersangka Ivan jadi diserahkan ke Lapas Anak Tanjung Gusta Medan, Fahrizal enggan menjawabnya.

Ia mengaku sudah tidak punya kewenangan menjawab kasus ini.

"Ini sudah diambil alih. Jadi saya tidak bisa memberikan keterangan lagi," katanya.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved