Waspada Virus Zika

Rumah Ibu di Singapura Ini Penuh Serai dan Obat Nyamuk. Ini Sebabnya

Warga juga mulai ketakutan dan bereaksi dengan berbagai macam cara. Terutama sekali menyiapkan obat antinyamuk di rumah dan perkantoran.

Rumah Ibu di Singapura Ini Penuh Serai dan Obat Nyamuk. Ini Sebabnya
The Straits Times
Warga membaca pamflet terkait virus zika di Singapura

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Perang teharap virus zika yang mewabah di Singapura menjadi perhatian serius masyarakat di negara itu.

Ketakutan dan kecemasan warga berkembang. Ini karena selama ini Singapura adalah negara destinasi wisata terbaik di Asia. Bisa masuknya virus itu, kemudian menular secara lokal, membuat pemerintah Singapura menyatakan perang terhadap zika.

Seluruh pelosok, sam,pai ke sudut-sudut rumah, bangunan, taman dan selokan dibongkar. Fogging atau pengasapan dilakukan di mana-mana, untuk membunuh nyamuk aedes agepty yang menularkan virus tersebut.

Warga juga mulai ketakutan dan bereaksi dengan berbagai macam cara. Terutama sekali menyiapkan obat antinyamuk di rumah dan perkantoran.

Salah seroang warga bernama Sulaiha Ngatiman bahkan memenuhi dinding kamarnya dengan serai, tumbuhan yang paling dibenci oleh nyamuk.

Selain itu, Sulaiha juga sepanjang hari membakar obat nyamuk di rumahnya.Ia juga tidak keluar rumah bila tidak perlu benar.

"Semua yang saya lakukan adalah untuk memastikan anak-anak saya sehat," kata Sulaiha.

Zika yang telah terdeteksi menyebar di 58 negara memang sulit dideteksi. Gejalanya hanya ringan bagi kebanyakan orang, seperti demam dan ruam. Tetapi bahayanya luar biasa.

Pada wanita hamil, dapat menyebabkan microcephaly, bayi yang dilahirkan memiliki otak abnormal.

Hingga Selasa, Singapura telah mengkonfirmasi 82 kasus zika ditularkan secara lokal. Kasus awal ditemukan akhir pekan lalu di daerah Aljunied, dan sejak itu, lingkungan ini menjadi sorotan di Singapura.

Sejumlah inspektur badan lingkungan langsung turun seperti pasukan tempur, dipersenjatai dengan kaleng insektisida dan torchlights. Mereka menyiram got-got di seluruh pelosok. Selain itu, pasukan pengendalian hama dengan alat foggingnya telah menjadi pemandangan sehari-hari.

Sejumlah pemilik toko melaporkan, lonjakan penjualan obat nyamuk bakar, semprotan ataupun elektrik adalah yang paling laris dalam empat hari terakhir.

"Saya sudah menjual semua obat nyamuk, tapi orang-orang terus bertanya untuk membeli patch dan hal-hal lain yang saya tidak punya," kata seorang pemilik toko, Haranachia Mansoor (30), seperti dikutip AFP.

Terlepas dari infeksi meningkat, kehidupan sebagian warga tetap normal. Namun mereka terus mendapatkan pamflet serta mendapat pemberitahuan rutin dari radio.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help