Kerusuhan di Meranti Seharusnya Tidak Terjadi, Kata Kapolri Tito Karnavia

Tito mengatakan, saat ini situasi sudah mulai kondusif dan perbaikan bangunan yang rusak akibat kerusuhan pun sudah dilakukan

Kerusuhan di Meranti Seharusnya Tidak Terjadi, Kata Kapolri Tito Karnavia
Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat ditemui usai menghadiri acara Syukuran HUT Polwan ke-68 di Ruang Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyesalkan peristiwa kerusuhan yang terjadi di Meranti, Riau pada Kamis pekan lalu.

"Saya menyesalkan peristiwa itu. Seharusnya tidak perlu terjadi," ujar Tito di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (2/9/2016).

Tito mengatakan, saat ini situasi sudah mulai kondusif dan perbaikan bangunan yang rusak akibat kerusuhan pun sudah dilakukan.

"Kapolda sudah ke sana bersama Danrem, pak Gubernur juga," kata Tito.

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan pecah di Selat Panjang, kota terluar Riau yang berada di tepian Selat Malaka.

Seorang laki-laki, Isrusli (45), warga Selat Panjang, tewas dalam kerusuhan yang diduga akibat terkena lemparan batu. Puluhan sepeda motor rusak dan barak polisi terbakar.

Kerusuhan dipicu kemarahan warga atas meninggalnya Apriadi Pratama (24), pegawai honorer dispenda yang menjadi tersangka kasus pembunuhan anggota Polres Meranti, Brigadir Adil S Tambunan (32), pada Rabu malam.

Warga meyakini Apriadi tewas akibat penganiayaan polisi yang menangkapnya pada Kamis dini hari di tempat persembunyiannya di Pulau Merbau.

Kerusuhan diawali dengan beredarnya foto-foto kondisi Apriadi yang berlumuran darah dengan tubuh penuh lebam dan luka yang diyakini merupakan penganiayaan oknum polisi.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved