BI Dilema: Inflasi Rendah dan Bisa Turunkan Suku Bunga, Sayangnya Daya Beli Masyarakat Lemah

Di saat inflasi dalam negeri kian rendah, BI memiliki ruang untuk menurunkan BI rate, mendorong perbankan menurunkan bunga kredit. Namun....

BI Dilema: Inflasi Rendah dan Bisa Turunkan Suku Bunga, Sayangnya Daya Beli Masyarakat Lemah
tribunnews batam/istimewa
Ilustrasi kredit 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Bank Indonesia (BI) menghadapi dilema. Di saat inflasi dalam negeri kian rendah, BI memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan (BI rate), mendorong perbankan menurunkan bunga kredit, serta mendorong ekonomi dalam negeri.

Namun dari sisi lain, BI melihat ada peluang Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya pada bulan ini.

Selain itu, lemahnya daya beli masyarakat belum tentu mampu menyerap kredit kendati sudah berbunga rendah.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, rendahnya inflasi menujukkan harga telah kembali normal seperti sebelum puasa dan lebaran.

Rendahnya inflasi telah sesuai dengan kajian BI bulan lalu.

BI melihat ada ruang pelonggaran moneter. Namun keputusan tersebut tergantung data dan waktu yang tepat.

Apalagi, kata Agus, kemungkinan besar suku bunga The Fed akan naik pada September, November, dan Desember sehingga bisa terjadi gejolak di pasar uang.

"Kami siap leasing, namun perlu menyesuaikan dari sisi moneter," kata Agus, akhir pekan lalu.

BI mencatat selama tiga hari, mulai 23-25 Agustus, arus dana asing yang keluar (capital outflow) tercatat Rp 6,5 triliun.

Akibatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar jatuh ke Rp 13.267 per dollar AS dari sebelumnya Rp 13.216 per dollar AS.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved