Rencana Kenaikan Tarif Listrik Batam

Mengaku Alami Defisit, PLN Terus Berjuang Keras Naikkan Tarif Listrik Rumah Tangga di Batam

PLN Batam terus berjuang agar pemerintah mau melakukan penyesuaian tarif listrik di Kota Batam.

Mengaku Alami Defisit, PLN Terus Berjuang Keras Naikkan Tarif Listrik Rumah Tangga di Batam
Humas Pemprov Kepri
Gubernur Nurdin Basirun berkunjung ke gardu listrik interkoneksi Batam-Bintan, Selasa (23/8/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- PLN Batam terus berjuang agar pemerintah mau melakukan penyesuaian tarif listrik di Kota Batam.

Sekretaris Bright PLN Batam Agus Subekti mengatakan, kondisi PLN saat ini mengalami defisit. Itu juga didukung sejak 2008 lalu, PLN Batam belum pernah melakukan penyesuaian tarif listrik lagi untuk segmen rumah tangga.

"Saat ini kami mengalami defisit. Penderitaan lah istilahnya terkait tarif ini," kata Agus, usai rapat koordinasi dengan Komisi III DPRD Kota Batam soal listrik di Batam, Selasa (6/9/2016).

Agus mengatakan, tarif listrik PLN Batam saat ini, termasuk terendah di Indonesia, khusus di segmen rumah tangga.

Tarif rumah tangga, tanya, hanya sebesar Rp900-an per Kwh. Sedangkan biaya pokoknya sudah Rp1.300 per Kwh. Artinya, ada defisit Rp400.

Sedangkan tarif listrik untuk segmen rumah tangga di Belakangpadang yang masih masuk wilayah Batam, sudah Rp1.410,12 per Kwh.

"Kami ingin asas keadilan saja. Karena listrik di Belakangpadang dan Bintan, sudah dari listrik Batam. Mereka sudah membayar mahal. Tapi kita masih murah," ujarnya.

"Rencana kami penyesuaian tarif listriknya sama dengan TDL nasional. Jadi nanti listrik yang di Batam-Belakangpadang, sama dengan di Tanjungpinang. Karena kita satu provinsi," sambung Agus.

Saat ini pembahasan soal penyesuaian tarif listrik itu, katanya masih dibahas di DPRD Provinsi Kepri.

Pihaknya masih menunggu persetujuan DPRD. Jika disetujui, selanjutnya akan dikirim ke Provinsi untuk diimplementasikan.

Soal Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang masih melakukan evaluasi terkait usulan penyesuaian tarif listrik PLN Batam itu, pada prinsipnya kata Agus, pihaknya patuh pada regulator.(*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved