Singapura Bidik 10 Item Industri Potensial yang akan Digarap di Batam, Bintan dan Karimun

Economic Development Board (EDB) Singapura memberikan perhatian khusus dalam pengembangan sejumlah sektor industri potensial di Batam, Bintan, Karimun

Singapura Bidik 10 Item Industri Potensial yang akan Digarap di Batam, Bintan dan Karimun
facebook/Alan
Salah satu galangan kapal di Tanjunguncang, Batam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-‎ Economic Development Board (EDB) Singapura memberikan perhatian khusus dalam pengembangan sejumlah sektor industri potensial di Batam, Bintan, Karimun.

Hal itu tampak dari adanya per‎temuan lanjutan The Working Group on Batam, Bintan, Karimun (BBK), Selasa (6/9/2016) di Ruang Rapat Anggota 4, Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Dari rilis yang diterima Tribun Batam, Rabu (7/8/2016), pertemuan itu dipimpin oleh Anggota 4 / Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya, Purba Robert M Sianipar, dengan dihadiri oleh para delegasi dari EDB Singapura Jayashree Sadanandan, Director International Policy Micheal Goutama, Vice Chairman, Chamber of Commerce and Industry (KADIN) Singapura.

Sebagai fasilitator hadir Mohammad Zainal Fattah, Asisten Deputi Infrastruktur Sumber daya Air Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta delegasi dari Badan Pengusahaan Batam, Bintan dan Karimun.

Delegasi EDB Singapura mengungkapakn pertemuan kali ini digagas usai pertemuan mereka dengan Presiden RI Jokowi.

Saat itu, Jokowi menyatakan ada banyak perubahan baik di Batam saat ini, termasukprogram izin investasi 3 jam (i23J) dan kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yang beberapa hari lalu diluncurkan BP Batam.

Menurut dia, Presiden berjanji akan terus mengupayakan banyak perubahan baik, dalam rangka akselerasi investasi di Batam.

Mengapresiasi apa yang telah di dilakukan pemerintahan Indonesia, EDB Singapura yang telah lama berkolaborasi dengan Indonesia (dalam hal ini Batam) akan terus menyeberluaskan informasi positif ini kepada investor Singapura.

Dalam konteks Join Action Roadmap for The Working Group on BBK (Batam, Bintan dan Karimun) ini, EDB Singapura lewat delegasi Singapura fokus pada bagaimana membentuk aksi dan menggagas serangkain terobosan yang dapat dikerjasamakan Indonesia (dalam hal ini BBK) - Singapura.

Dengan langsung melakukan pendekatan dengan stakeholders terkait untuk melihat prospek sejumlah sektor industry diantaranya digital creative industry (industry kreatif) dan digital economy di Batam, oil and gas strorage industry (industry oil dan gas) dan ship building (perkapalan) di Karimun dan Batam.

Sekaligus terus akan digali potensi lain yang ada di wilayah lainnya baik Bintan dan Tanjung Pinang.

"Kami memiliki 10 item yang dibahas, ini merupakan pertemuan dengan level meeting yang lebih tinggi, kita focks untuk menindaklanjuti 10 item yang telah kami rancang pada 3 kawasan Batam, Bintan, dan Karimun,"kata Jayashree.

Pihaknya bersama KADIN Singapura sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas diluncurkannya sebuah tools yang selama ini dutunggu dan ditanyakan oleh para investor yakni i23J dan KLIK di Batam. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved