Gudang Material Terbakar di Tanjungpinang Diduga Ilegal, Ini Penjelasan Lurah Melayu Kotapiring

Keberadaan Gudang milik Joni yang menjadi korban kebakaran diduga illegal tanpa izin. Ini penjelasan Lurah dan bantahan Joni

Gudang Material Terbakar di Tanjungpinang Diduga Ilegal, Ini Penjelasan Lurah Melayu Kotapiring
Ist
Suasana kebakaran gudang material di Batu 7, Tanjungpinang, Rabu (7/9/2016) dini hari. 

BATAM. TRIBUNNEWS. COM, TANJUNGPINANG - Keberadaan Gudang milik Joni yang menjadi korban kebakaran diduga illegal tanpa izin.

Hal itu setelah diketahui warga dan lurah setempat yang mengaku kaget adanya gudang yang menyimpang tumpukan material bangunan.

"Gedung yang dijadikan gudang ini tak pernah dilaporkan ke RT/RW. Banyak yang tidak tahu kalau itu adalah gudang. Setiap kali petugas akan melakukan pengecekan selalu dilarangnya. Pemilik mengaku itu hanya kantor saja," kata Firman Ismana Lurah Melayu Kota Piring kepada wartawan, Rabu (7/9).

Adapun disamping dan depan gudang tersebut terdapat warnet hembas dan biliar Hembas yang merupakan milik Joni. ‎Dia menuturkan selama ini yang diurus izinya hanya biliar dan warnet tersebut.

Posisi gudang sendiri diapit di antara ruko-ruko dan berada di belakang ruko. Selintas melihat tidak diketahui bahwa bangunan yang berdiri diatas lahan satu hektare itu bukan lah gudang. Warga di sana juga tidak ada yang mengetahui itu merupakan gudang yang diisi matrial lengkap bangunan.

Sementara itu Joni yang sempat berada di TKP membantah tidak memiliki izin. "Ini saja sudah 20 tahun beroperasi masa gak punya ‎izin," kata Joni bernada tinggi sembari berlalu berlalu.

Sementaara pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Kapolse‎k tanjungpinang Timur menuturkan pihaknya masih melakukan pemeriksaan.

"Sedang diperiksa. Kita belum tau apa penyebabnya. Infonya memang begitu (ilegal). Tapi masih diselidiki dulu," kata Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Efendri Alie dikonfirmasi.

Hingga saat ini pemeriksaan terhadap para saksi masih terus dilakukan oleh Polres Tanjungpinang.

‎Dalam kejadian tersebut, ‎belum sempat membakar rumah warga lainya. Kantor milik Joni sendiri yang ikut terbakar. Pihak kelurahan pun mengaku tidak mengetahui apakah izin PT maupun CV. ‎ Jika memang izin PT tentunya tertera plang perusahaan maupun distributor matrial itu.

Dari isi gudang tersebut, masih ada separuh barang yang tersisa. (*) 

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help