Mengaku Dianiaya, Dua Pekerja Kedai Kopi Polisikan Majikannya

Menurut cerita keduanya, tindakan yang mereka terima berawal ketika Ernimawati ketahuan majikannya sedang menelepon seseorang, pada Kamis dinihari.

Mengaku Dianiaya, Dua Pekerja Kedai Kopi Polisikan Majikannya
Dua pegawai kedai kopi yang mengadukan majikannya ke polisi karena mengaku mendapat penganiayaan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Tak terima dianiaya, dua gadis pekerja kedai kopi di Jalan Nusantara, Tanjungbalai Karimun, melaporkan majikannya ke Mapolsek Urban Tanjung Balai, Kamis (8/9) pagi.

Dua karyawan kedai kopi itu bernama Ernimawati Giawa dan Uniman Halawa.

Menurut cerita keduanya, tindakan yang mereka terima berawal ketika Ernimawati ketahuan majikannya sedang menelepon seseorang, pada Kamis dinihari.

Karena majikannya melarang menelpon menggunakan ponsel, perempuan asal Nias Sumatera Utara pun mengaku dimarahi majikannya yang berinisial Ce.

"Saya dicakar dan ditendang karena ketahuan memegang handphone. Ia juga memukul bagian leher saya," tutur Ernimawati kepada wartawan di Mapolsek.

Bukan hanya Ernimawati yang menjadi sasaran kemarahan sang majikan. Uniman yang berada didekat Ernimawati juga kena imbasnya.

Keduanya sudah bekerja di kedai kopi itu sekitar lima bulan dari rekrutan PT Tugas Mulia Batam. Mereka mengaku sudah beberapa kali mendapatkan perlakuan kasar dari majikannya.

Karena tidak tahan lagi, mereka kemudian meminjam ponsel dari seorang pelanggan untuk menghubungi Ketua Paguyuban Masyarakat Nias Indonesia (PMNI). Ketua PMNI kemudian mendampingi mereka membuat laporan ke Polsek Tanjungbalai.

"Kami sebenarnya sudah tak tahan. Tadi hubungi Pak Soginoto Daeli (Ketua PMNI Kabupaten Karimun) untuk bawa melapor," ungkap Uniman.

Kapolsek Tanjungbalai, Kompol Wisnu Edhi Sadono yang dikonfirmasi masih belum bisa memberi keterangan banyak karena masih memeriksa pelapor dan terlapor.

"Apakah termasuk kedalam penganiayaan berat atau ringan kita masih periksa. Kita juga masih menunggu hasil visum korban. Majikannya sudah kita panggil dan sedang diperiksa," kata Wisnu.

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved