Kenapa Pemain Timnas Evan Dimas Tolak Tawaran Jadi Anggota Polisi? Ini Pengakuannya

Pemain Timnas Evan Dimas menolak tawaran menjadi anggota polisi, meskipun banyak kawannya di Bhayangkara FC telah menjadi polisi

Kenapa Pemain Timnas Evan Dimas Tolak Tawaran Jadi Anggota Polisi? Ini Pengakuannya
tribunnews.com
Evan Dimas saat membela Timnas U-19 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sejumlah pemain Bhayangkara Football Club disebut menerima tawaran untuk masuk menjadi anggota Polri.

Evan Dimas mengaku juga sempat ditawari, namun dia menolak. Pemain Timnas ini beralasan hanya ingin fokus dan berkarir di sepak bola.

"Sempat ditawari, cuma belum terpikir saja untuk jadi polisi, masih ingin di sepak bola," katanya saat menghadiri peluncuran nama baru Bhayangkara Surabaya United (BSU), menjadi Bhayangkara Football Club di Mapolda Jatim, Kamis (8/9/2016) kemarin.

Ditanya soal bagaimana nasibnya jika nanti sudah gantung sepatu dari sepak bola, pemain berusia 21 tahun ini hanya menjawab singkat, "Ya kita lihat saja nanti".

Sebagai klub yang dikelola Polri, Bhayangkara FC memang menawari semua pemainnya untuk bergabung sebagai anggota. Polri akan memberikan prioritas khusus bagi atlet pemain bola.

"Tidak hanya atlet bola, semua atlet olahraga lain juga kami prioritaskan untuk menjadi anggota Polri, demi karir masa depannya jika sudah tidak lagi menjadi atlet," kata Manajer Bhayangkara FC, Kombes Pol Ibnu Isticha.

Saat ini, kata dia, ada beberapa pemain Bhayangkara FC yang tercatat sedang menjalani pendidikan polisi di Sekolah Polisi Negara (SPN) di Mojokerto, di antaranya, Putu Gede, Wahyu Subo, Hargianto, Fathurrohman, dan Sahrul Kurniawan.

"Meski sedang menjalani pendidikan, mereka bisa tetap bermain bola," terang direktur Lalu Lintas Polda Jatim ini.

Hingga saat ini, ada sekitar 50 lebih atlet seluruh Indonesia yang bersedia bergabung menjadi anggota Polri dan tercatat sedang menjalani pendidikan di SPN Mojokerto.

"Polri memiliki tanggung jawab moral untuk masa depan atlet nasional. Kami tidak ingin ada cerita mengenaskan seorang atlet yang hidupnya susah setelah pensiun menjadi atlet," jelasnya. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved