TribunBatam/

Ini Maling Konak! Bobol Kos-kosan Hanya buat Jilati Telinga Penghuninya

Pria ini bobol kos-kosan hanya buat puaskan keinginannya jilati telinga wanita penghuninya. Ini nasibnya di kantor polisi

Ini Maling Konak! Bobol Kos-kosan Hanya buat Jilati Telinga Penghuninya
tribunnews.com
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY - Seorang pemuda mengendap-endap masuk ke dalam sebuah rumah. Saat itu, jarum jam masih menunjukkan pukul 3.30 pagi.

Lelaki yang belakangan diketahui bernama Joseph Taouk warga Potts Point, Sydney, Australia itu membobol rumah warga.

Bukan untuk mencuri. Pria 35 tahun itu melakukan aksi aneh ketika sudah berhasil masuk ke dalam rumah yang ditujunya.

Joseph mencari kamar pemilik rumah dan memasukinya. Dia lalu mendekat dan mulai menjilati kuping wanita yang sedang tertidur pulas tersebut.

Tak berselang lama, perempuan itu pun terbangun. Awalnya, dia berpikir sang pacar yang melakukan perbuatan tersebut.

Namun sedetik kemudian dia berteriak, saat melihat bahwa sang pacar sedang tertidur pulas di sisi lain tubuhnya.

Pacar korban pun terbangun. Tak berpikir panjang, dia langsung menghajar Joseph dan melemparnya keluar rumah.

Pelaku pun lalu dibekuk polisi, Dia didakwa melakukan pelecehan seksual dan menerobos rumah orang.

Bersama pelaku ditemukan alat bantu seks dan dua buah pil merek viagra, yang merupakan obat impotensi.

Kini, seperti diberitakan laman WWWN, Jumat (9/9/2016), lelaki tersebut dijatuhi hukuman dua tahun melakukan pelayanan di wilayah penjara.

Dalam laporan polisi diuraikan, korban langsung mandi karena tiba-tiba merasa tubuhnya amat kotor.

Dalam penyidikan polisi menemukan DNA Joseph di celana pendek yang dia kenakan. Sementara, kamera CCTV merekam gerak-gerik dia saat hendak menyusul ke dalam rumah.

Kepada penyidik, Joseph sempat menyampaikan permintaan maaf. Dia mengira, rumah yang disasarnya adalah tempat kos.

Selain itu, lelaki tersebut pun mengaku sedang mengalami sakit mental ketika peristiwa terjadi. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help