Lagi, Angin Kencang Ngamuk di Karimun, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri

Angin puting beliung kembali melanda Karimun, Sabtu (10/9/2016) pagi. Sedikitnya 12 rumah warga dilaporkan rusak

Lagi, Angin Kencang Ngamuk di Karimun, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
tribunbatam/aminuddin
Ilustrasi. Warga melihat rumah rusak akibat terjangan puting beliung di Tannjunguban, Bintan, Kamis (11/8/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Bencana angin puting beliung kembali melanda Karimun, Sabtu (10/9/2016) pagi. Sedikitnya 12 unit rumah milik warga dilaporkan rusak setelah diterjang angin puting beliung.

Namun begitu, tidak ada laporan korban jiwa atas peristiwa itu, hanya saja kerugian materi diperkirakan mencapai seratusan juta rupiah.

Para korban berada di Desa Lebuh, Kecamatan Belat sebanyak enam rumah dan sisanya berada di Kelurahan Lubuk Semut, Kecamatan Karimun.

Ade, seorang korban di Desa Lebuh, Belat mengatakan saat angin puting beliung menerjang rumahnya, ia dan keluarganya tengah tertidur. Mendadak bunyi gemuruh disertai angin menerbangkan atap rumahnya.

Melihat itu, ia dan keluarganya spontan berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri. Sesampai di luar, ternyata sejumlah warga lainnya juga mengalami hal yang hampir serupa.

“Lagi tidur, tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh cukup keras, atap rumah kami beterbangan, langsung lari keluar lah, sampai diluar, ternyata sudah ramai warga,” katanya.

Hal hampir senada juga dikatakan Suparman, pengurus Ormas Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kecamatan Belat. Menurut pantauannya, rumah warga atas nama Nurdin adalah yang terparah diterjang angin puting beliung.

Hampir semua atap rumah Nurdin diterbangkan. Suparman juga mengaku bantuan dari pemerintah belum ada.

“Saya sudah turun ke desa lebuh, saya lihat rumah pak Nurdin yang paling parah, atapnya hampir semua tercabut. Kayaknya ia numpang sementara di rumah pak kades, kebetulan pak kades masih hubungan kerabat. Sementara rumah lainnya, rusak ringan. Bantuan belum ada yang datang,” kata Suparman.

Kadinsos Karimun Indra Gunawan melalui Kabid Kesejahteraan Sosial, Syafruddin Abdul Rohim ditemui saat kunjungan kerja Menteri Sosial, Khofifah Indara Parawansa di Karimun, membenarkan kabar tersebut.

Namun begitu, Syafruddin mengaku belum memperoleh data lengkap tentang korban. “Iya tapi kami masih menunggu data dari pihak kelurahan setempat. Ada 12 rumah warga informasinya, enam di Belat, enam di Lubuk Semut,” ujar Syafruddin.

Mengingat pihaknya belum memperoleh data lengkap dari pihak kelurahan dan kecamatan, Syafruddin mengaku belum bisa memberikan bantuan. Begitu pula dengan jenis kerusakan yang dialami 12 rumah warga di dua kelurahan dan desa tersebut.

“Kita tunggu lah data dari sana dulu, biar bantuannya tepat sasaran dan terperinci,” ujarnya di sela-sela kunker Mensos Khofifah Indar Parawansa di rumah dinas Bupati Karimun, Sabtu. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help