Dinkes Razia Apotek di Tanjungpinang, Klinik-Toko Obat Ikutan Dirazia. Ini Gara-garanya

Dinas Kesehatan Tanjungpinang merazia sejumlah apotek dan klinik serta toko obat di Tanjungpinang, Selasa (13/9/2016), mengecek kedaluwarsa

Dinkes Razia Apotek di Tanjungpinang, Klinik-Toko Obat Ikutan Dirazia. Ini Gara-garanya
wartakota
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Dinas Kesehatan Tanjungpinang mengecek sejumlah apotek dan klinik serta toko obat di Tanjungpinang, Selasa (13/9/2016).

Pemeriksaan guna memastikan tiada obat-obatan ilegal ataupun kedaluwarsa beredar di Tanjungpinang.

Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam mengatakan penecekan akan dilakukan bertahap. Sampai saat ini pihaknya bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) belum memeriksa seluruhnya.

"Di Tanjungpinang ada sebanyak 48 apotek, ratusan toko obat dan 15 klinik. Kita akan tinjau seluruhnya," katanya, Selasa (13/9/2016).

Pemeriksaan dilakukan karena belum lama Bareskrim Polri bersama BPOM menggerebek lima gudang produksi obat palsu di Balaraja, Banten.

Dalam penggerebekan tersebut, tak hanya obat-obatan kimiawi, ditemukan juga obat tradisional yang dipalsukan.

Pemeriksaan obat dilakukan dengan melihat secara fisik dari kemasan yaitu segel, kebersihan, dan label obat (nama obat, nomor registrasi, nama produsen, dan tanggal kedaluwarsa).

"Jadi kita ingin memastikan bahwa di Tanjungpinang aman dari obat palsu tersebut," katanya.

Sampai saat ini memang belum diketemukan adanya obat ilegal maupun kadaluarsa.

Namun, dia mengakui administrasi dan pencatatan obat disejumlah apotik, kinik dan toko obat ada yang belum tertib. Sehingga harus dilakukan perbaikan.

"Kita harapkan di Tanjungpinang tidak ada yang nakal. Sumber obat juga jelas, dan terdaftar di BPOM," ujarnya.

Selanjutnya, Rustam mengimbau masyarkat untuk membeli obat pada apotek atau fasilitas resmi lainnya sebagai antisipasi peredaran obat palsu dan kedaluwarsa. Masyarakat juga harus lebih teliti dan berhati-hati. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help