Ternyata 25 Persen dari Ratusan Gudang di Pinang Berstatus Liar

Disperindag Pinang mencatat ada ratusan gudang, dan 50 di antaranya tak berizin alias ilegal. Ini peruntukkannya

Ternyata 25 Persen dari Ratusan Gudang di Pinang Berstatus Liar
kompas.com
ilustrasi. gudang gula 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Dinas Perindustrian Perdagangan, Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (Disperindag) Kota Tanjungpinang mencatat ada sebanyak 202 gudang barang di Kota Tanjungpinang.

Namun 50 di antaranya ilegal karena belum mengurus Tanda Daftar Gudang (TDG).

Selebihnya, 152 gudang mengantongi izin TDG. Gudang tersebut terdiri dari 48 gudang bahan bangunan, 42 gudang sembako, 4 gudang mikol dan selebihnya gudang penyimpanan bahan lain-lainnya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto baru-baru ini mengatakan setiap gudang wajib mengurus TDG.

Oleh karena itu bagi yang tidak mengurusnya akan diberikan surat teguran kepada pemilik. Karena Pemko Tanjungpinang memang melakukan pembinaan.

"Kita minta pemilik untuk segera mengurus izinnya. Jika bandel, pemerintah bisa cabut izin usahanya," katanya.

Selain itu, sebagaian gudang juga tidak memasang plang nama gudang. Padahal seharusnya setiap gudang memasang plangnama yang mudah dilihat. Agar orang tidak curiga dengan aktifitas di tempat tersebut.

Tak hanya itu, sebagian gudang juga masih mencampur beberapa barang dalam menyimpan. Seperti, penyimpanan minuman beralkohol bercampur dengan sembako.

"Padahal dalam peraturan gudang mikol dan sembako wajib dipisahkan, dan penyimpanan mikol juga diatur perizinannya secara khusus oleh Pemerintah," katanya. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help