Kondisi Defisit, Pegawai di Anambas Andalkan Pegadaian Cari Dana Segar

Kondisi defisit di Anambas membuat pegadaian di sana menjadi andalan mencari talangan dana segar buat kebutuhan mendesak. Ini ceritanya

Kondisi Defisit, Pegawai di Anambas Andalkan Pegadaian Cari Dana Segar
TRIBUNNEWS BATAM/MUHAMMAD IKHSAN
Ilustrasi. Aktivitas di Kantor Pegadaian, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (23/7/2014). Jelang lebaran 2014, warga Natuna lebih banyak menebus barang gadai. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Sejumlah masyarakat memanfaatkan pegadaian guna mendapatkan dana. Lesunya perekonomian daerah ditambah lagi dengan kondisi keuangan daerah yang dikabarkan defisit, menjadi faktor sebagian masyarakat Anambas untuk menggunakan layanan pegadaian dengan menggadaikan harta benda miliknya.

"Ini butuh untuk uang anak sekolah di Tanjungpinang. Hendak menggadai perhiasan. Suami kebetulan bekerja sebagai nelayan, sejak beberapa hari ini cuaca kurang bagus, tentunya berpengaruh juga kepada hasil tangkapan," ujar Ani satu diantara warga Tarempa Rabu (14/9/2016).

Tidak hanya masyarakat, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) terlihat datang ke kantor Pegadaian Unit Tarempa yang berlokasi di Kecamatan Siantan ini. Alternatif untuk mencari dana cepat, mayoritas menjadi sebab sejumlah ASN datang ke kantor ini.

"Kebetulan sedang perlu uang segera. Ada urusan mendesak. proses administrasinya pun mudah dan cepat. Makanya datang ke tempat ini," ujar salahseorang pegawai pada salahsatu dinas yang namanya memohon untuk tidak dikorankan.

Pengelola Unit Pegadaian Tarempa, Lasmini Simatupang kepada sejumlah awak media mengatakan, animo masyarakat untuk datang ke pegadaian cenderung mengalami peningkatan. Animo masyarakat untuk menggadaikan barang berharga miliknya diakui Lasmini cenderung mengalami peningkatan menjelang hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha kemarin.

"Cenderung mengalami peningkatan ya. Untuk jumlah nasabah, satu hari bisa mencapai 40 orang. Karena, selain dari Tarempa juga berasal dari pulau-pulau," ungkapnya.

Ia menambahkan, mayoritas nasabah yang datang berasal dari nelayan, meskipun ada juga yang berasal dari kalangan swasta termasuk pegawai negeri sipil. Bisnis pembiayaan menjadi hal yang paling dominan untuk para nasabah. "Untuk di pegadaian ada tiga bisnis. Selain bisnis pembiayaan, ada juga bisnis emas dan aneka jasa. Barang seperti perangkat elektronik, perhiasan, dan sepeda motor kerap digadaikan kepada kami," bebernya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help